Lombok Tengah (Inside Lombok) – Bandara Lombok memperketat pengawasan terhadap penumpang kedatangan sebagai langkah antisipatif mencegah potensi masuknya Virus Nipah melalui penerbangan domestik dan internasional. Kebijakan ini diterapkan menyusul meningkatnya laporan kasus penularan Virus Nipah di sejumlah negara. Pengawasan dilakukan di Bandara Lombok, Lombok Tengah, dengan melibatkan instansi terkait.
General Manager Bandara Lombok, Aidhil Philip Julian, mengatakan peningkatan pengawasan dilakukan secara intensif melalui koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram. Bandara Lombok mengoperasikan dua unit thermal scanner yang dipasang di area kedatangan domestik dan internasional untuk memantau suhu tubuh seluruh penumpang.
Selain itu, khusus penumpang internasional diwajibkan mengisi All Indonesia Satu Sehat Health Pass setibanya di Bandara Lombok. Aplikasi tersebut digunakan untuk memperoleh informasi kesehatan dan riwayat perjalanan penumpang sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi risiko penularan penyakit.
“Kami berkoordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan serta instansi terkait lainnya untuk mengantisipasi potensi masuknya Virus Nipah,” ujarnya, Kamis (5/2).
Aidhil menjelaskan bahwa pengawasan penumpang pesawat udara di Bandara Lombok telah diterapkan secara ketat dan berlapis sejak pandemi Covid-19. Dengan adanya laporan penyebaran Virus Nipah, pengawasan tersebut kembali diperkuat sebagai langkah kewaspadaan dini, mengingat Bandara Lombok merupakan pintu masuk utama jalur udara ke Nusa Tenggara Barat.
Ia menambahkan, keberadaan rute penerbangan internasional menjadi perhatian khusus dalam pengawasan kesehatan penumpang. “Bersama Balai Kekarantinaan Kesehatan, kami terus meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap pelaku perjalanan, terutama yang berasal dari luar negeri,” tandas Aidhil.

