25.5 C
Mataram
Kamis, 5 Februari 2026
BerandaMataramAngka Kemiskinan NTB Turun Jadi 11,38 Persen, Bansos dan Bedah Rumah Jadi...

Angka Kemiskinan NTB Turun Jadi 11,38 Persen, Bansos dan Bedah Rumah Jadi Penopang

Mataram (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada September 2025 berada di angka 11,38 persen. Angka tersebut turun 0,40 persen poin dibandingkan Maret 2025 dan menurun 0,53 persen poin dibandingkan September 2024.

Kepala BPS NTB Wahyudin menyampaikan, jumlah penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebanyak 637,18 ribu orang. Jumlah tersebut berkurang 17,39 ribu orang dibandingkan Maret 2025 dan menurun 21,42 ribu orang dibandingkan September 2024.

“Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 637,18 ribu orang, menurun 17,39 ribu orang terhadap Maret 2025 dan menurun 21,42 ribu orang terhadap September 2024,” ujarnya, Kamis (5/2).

Ia menjelaskan, penurunan angka kemiskinan didorong oleh terjaganya daya beli masyarakat. Konsumsi rumah tangga pada Triwulan III-2025 tercatat tumbuh 4,51 persen secara tahunan (year on year), yang turut berdampak pada perbaikan kondisi ekonomi kelompok masyarakat terbawah.

“Distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah mengalami peningkatan share dari 18,88 persen pada Maret 2025 menjadi 19,23 persen pada September 2025. Ini mengindikasikan kelompok masyarakat terbawah kini menikmati proporsi pengeluaran yang lebih besar,” ungkapnya.

Selain itu, program bantuan sosial turut berperan sebagai bantalan ekonomi masyarakat. Program Sembako terealisasi sebesar 93,1 persen dari kuota, sementara Program Keluarga Harapan (PKH) menjangkau 219.364 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nilai bantuan mencapai Rp156,94 miliar.

Upaya penurunan kemiskinan juga ditopang program jangka panjang dan perbaikan hunian. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) terealisasi sebanyak 1.610 unit rumah pada periode September–Desember 2025, RTLH melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman sebanyak 174 unit, serta program bedah rumah dari Baznas tahun 2025.

“BSPS sebanyak 1.610 unit rumah periode September-Desember 2025 oleh Kementerian PKP Nusa Tenggara I. RTLH melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukinan (Dinas PKP) 174 unit rumah dan program Bedah Rumah dari BAZNAS tahun 2025 untuk meningkatkan kualitas perumahan penduduk miskin,” jelasnya.

BPS juga mencatat persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2025 sebesar 11,70 persen, menurun dari Maret 2025 yang sebesar 12,02 persen. Sementara persentase penduduk miskin perdesaan tercatat 11,02 persen, turun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 11,51 persen.

Adapun Garis Kemiskinan NTB pada September 2025 sebesar Rp575.856 per kapita per bulan, dengan komposisi kebutuhan makanan sebesar 75,82 persen atau Rp436.593 dan bukan makanan sebesar 24,18 persen atau Rp139.263. Rata-rata rumah tangga miskin di NTB memiliki 4,37 anggota keluarga, sehingga dikategorikan miskin jika memiliki pengeluaran di bawah Rp2.516.491 per rumah tangga per bulan.

- Advertisement -

Berita Populer