27.5 C
Mataram
Senin, 9 Februari 2026
BerandaLombok TimurJapan Foundation dan Komunitas Akarpohon Hadirkan Penulis Jepang TSUJIMURA Mizuki ke Lombok

Japan Foundation dan Komunitas Akarpohon Hadirkan Penulis Jepang TSUJIMURA Mizuki ke Lombok

Mataram (Inside Lombok) — Japan Foundation dan Komunitas Akarpohon berkolaborasi dalam menghadirkan penulis Jepang TSUJIMURA Mizuki ke Lombok pada 8–11 Februari 2026. Penulis novel populer Kastel Terpencil di Dalam Cermin itu dijadwalkan bertemu langsung dengan pembaca dan pegiat literasi di daerah melalui forum diskusi dan kunjungan ke sekolah.

Perwakilan Komunitas Akarpohon, Ilda Karwayu, mengatakan bahwa kedatangan TSUJIMURA menjadi bagian dari rangkaian Kompetisi Baca Ulas 2025: Novel Terjemahan Kastel Terpencil di Dalam Cermin, hasil kerja sama The Japan Foundation Jakarta, Penerbit Clover, dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sebelum ke Lombok, ia lebih dulu tampil sebagai narasumber dalam acara bincang penulis di Jakarta.

Bagi pembaca remaja, nama TSUJIMURA Mizuki tak asing. Novel Kastel Terpencil di Dalam Cermin atau Kagami no Kojō telah terjual lebih dari dua juta kopi di Jepang dan berbagai negara. Kisah tentang sekelompok remaja yang menemukan “ruang pelarian” di balik cermin itu menyentuh tema kesepian, perundungan, dan pencarian jati diri.

Karya tersebut kemudian diadaptasi menjadi komik lima volume, drama panggung, hingga film animasi berjudul Lonely Castle in the Mirror pada 2023, serta diterjemahkan ke dalam 24 bahasa.

Di Indonesia, novel ini diterbitkan Penerbit Clover, bagian dari m&c! Gramedia, dan sejak rilis pada 2021 konsisten menjadi buku terlaris. Selain itu, beberapa karya TSUJIMURA lainnya seperti Yamihara, True Mothers, A School Frozen in Time, dan Pulau Sae juga telah hadir dalam bahasa Indonesia.

“Selama di Lombok, TSUJIMURA akan menjadi narasumber dalam Forum Ketjil: Dalam Cermin, Gelap Disucikan yang digelar Komunitas Akarpohon di Gramedia Lombok. Forum ini dirancang sebagai ruang temu antara penulis dan pembaca di Indonesia Timur, yang selama ini jarang mendapat kesempatan berdialog langsung dengan penulis internasional,” jelas Ilda, (9/2).

Penulis yang dikenal peduli pada isu anak dan remaja itu juga dijadwalkan mengunjungi sekolah-sekolah untuk melihat keseharian proses belajar, sekaligus berbagi cerita tentang dunia literasi.

“Kehadiran TSUJIMURA bukan sekadar agenda temu penulis, tetapi upaya membuka akses perjumpaan global bagi pembaca Lombok untuk membawa cerita dari Jepang agar bergaung di ruang-ruang baca lokal,” tutup Ilda. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer