Lombok Utara (Inside Lombok) — Dua event unggulan Kabupaten Lombok Utara (KLU), yakni Gili Festival dan Maulid Adat Bayan, resmi masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Penetapan tersebut menandai penguatan posisi KLU di tingkat nasional melalui pengembangan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Kepala Dinas Pariwisata KLU, Dende Dewi Tresni Budiastuti, mengatakan kedua event tersebut lolos setelah melalui proses kurasi ketat, mulai dari tahap pengusulan hingga presentasi di hadapan tim kurator independen.
“Alhamdulillah, dari dua event yang kami usulkan, keduanya dinyatakan lolos kurasi. Ini adalah buah dari kerja keras kita semua untuk mengangkat potensi daerah,” ungkapnya, Senin (9/2).
Ia menjelaskan, Gili Festival telah mempertahankan eksistensinya dalam KEN selama empat tahun berturut-turut. Sementara itu, Maulid Adat Bayan berhasil menembus kurasi nasional pada pengusulan perdana. Menurutnya, tim kurator menilai keunikan budaya, orisinalitas tradisi, inovasi konsep acara, serta keberlanjutan dan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
“Lolosnya Maulid Adat Bayan membuktikan bahwa nilai-nilai budaya kita sangat tinggi dan diakui secara nasional. Ini menjadi momentum penting untuk memperkuat branding KLU sebagai destinasi wisata budaya yang autentik,” tuturnya.
Masuknya Gili Festival dan Maulid Adat Bayan dalam KEN 2026 memberikan dukungan promosi dari Kementerian Pariwisata. “Kami prediksi dengan dua event itu akan meningkatkan angka kunjungan wisatawan secara signifikan ke KLU,” imbuhnya.
Ia berharap pelaksanaan kedua event tersebut dapat berjalan profesional dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. “Dukungan masyarakat adalah kunci. Kita ingin event ini bukan sekadar seremoni, tapi benar-benar memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan warga,” pungkasnya.

