27.5 C
Mataram
Senin, 9 Februari 2026
BerandaLombok TengahPembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Tengah Ditargetkan Dimulai Tahun Ini

Pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Tengah Ditargetkan Dimulai Tahun Ini

Lombok Tengah (Inside Lombok) — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Beber, Kecamatan Batukliang, dapat dimulai pada tahun ini. Saat ini, pemerintah daerah tengah menyelesaikan seluruh persyaratan perizinan sebagai tahap awal pelaksanaan program tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Lombok Tengah, Lalu Wiranata, mengatakan proses perizinan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. “Kita harapkan pengurusan izin bisa diselesaikan minggu ini,” ujarnya, Senin (9/1).

Setelah perizinan selesai, Pemkab Lombok Tengah akan menyampaikan surat resmi kepada Kementerian Sosial (Kemensos) yang akan melaksanakan pembangunan fisik Sekolah Rakyat. Sementara itu, pemerintah daerah bertanggung jawab menyiapkan infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan fasilitas layanan kesehatan.

“Untuk infrastruktur pendukung disiapkan oleh pemda. Mudah-mudahan ke depan juga memungkinkan dibangun fasilitas kesehatan seperti puskesmas,” jelasnya.

Ia menyampaikan kendala sebelumnya terkait status Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) telah teratasi dengan penyediaan lahan pengganti di Desa Aik Mual. “Sekarang penggantinya sudah ada, jadi tinggal eksekusi,” tuturnya. Dokumen penggantian lahan tersebut juga telah disampaikan kepada Kementerian Pertanian.

Menurut Lalu Wiranata, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk siswa putus sekolah, dan akan dilengkapi dengan asrama. “Peruntukannya bagi siswa putus sekolah dan masyarakat kurang mampu. Dengan adanya asrama, tidak ada lagi alasan untuk tidak bersekolah,” katanya.

Pendataan calon peserta didik akan dilakukan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sekolah Rakyat tersebut direncanakan menampung ribuan siswa dari jenjang SD hingga SMA dengan gedung tiga lantai. “Harapannya, tidak ada lagi anak-anak di Lombok Tengah yang tidak mengenyam pendidikan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer