Lombok Barat (Inside Lombok) — PT Pelindo Cabang Lembar menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan angin puting beliung di Kabupaten Lombok Barat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Bantuan tersebut disalurkan pasca fase tanggap darurat untuk mendukung keberlanjutan proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
General Manager PT Pelindo Cabang Lembar, Kunto Wibisono, mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat terdampak bencana. Ia menyebut bencana yang terjadi pada Januari 2026 lalu berdampak langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga, sehingga dukungan lanjutan masih dibutuhkan.
“Pelindo tidak hanya hadir pada fase awal bencana, tetapi juga berupaya mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak. Melalui program TJSL,” ujar Kunto usai penyerahan bantuan di Kantor BPBD Lombok Barat, Senin (09/02/2026).
Melalui program TJSL, PT Pelindo Cabang Lembar menyalurkan bantuan pangan berupa beras, air mineral, mie instan, susu kaleng, dan minyak goreng. Selain itu, disalurkan pula bantuan sandang dan kebutuhan dasar berupa sarung dan tikar yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Bantuan tersebut diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kunto menjelaskan, koordinasi dengan BPBD dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran dan terintegrasi dengan program pemulihan daerah.
“Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran perusahaan yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata dan memperkuat semangat pemulihan bersama,” katanya.
Melalui program TJSL, PT Pelindo Cabang Lembar menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan kegiatan sosial yang berorientasi pada kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dan para pemangku kepentingan dalam mendukung ketangguhan masyarakat. Serta pembangunan sosial yang berkelanjutan,” pungkas Kunto.

