Lombok Timur (Inside Lombok) – Kepolisian melakukan penyelidikan terhadap dugaan video asusila berdurasi lebih dari 13 menit yang viral di media sosial, dengan menelusuri pemeran dan melakukan pencocokan wajah untuk memastikan identitas. Penyelidikan dilakukan oleh jajaran Polres Lombok Timur dengan dukungan Polda NTB melalui tim inafis.
Satgas PPKS Universitas Mataram (Unram) telah melakukan klarifikasi dan memastikan bahwa pemeran dalam video tersebut bukan mahasiswinya yang sedang menjalani KKN. Meski demikian, Satgas PPKS Unram menyatakan tetap menunggu hasil pemeriksaan inafis dari Polda NTB untuk memastikan identitas pemeran.
Kasat Reskrim Polres Lombok Timur, IPTU Arie Kusnandar, mengatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pendalaman terhadap video tersebut. Penyelidikan tetap dilakukan meskipun telah ada klarifikasi dari Satgas PPKS Unram. “Kami antisipasi dengan Unit Tipidter dan Unit PPA untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan. Tim sudah mulai bergerak untuk melakukan penelusuran,” ucapnya.
Tim Unit Tipidter dan PPA Polres Lombok Timur juga melakukan penelusuran terhadap pemeran dan pengunggah pertama video ke media sosial. Selain itu, kepolisian memastikan lokasi perekaman video, dan apabila diketahui terjadi di wilayah Lombok Timur, penanganan perkara akan menjadi tanggung jawab Polres Lombok Timur.
Kapolsek Lenek, IPDA Alam Primayogi, menyampaikan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung. Kanit Intel setempat telah diterjunkan untuk memperjelas identitas pemeran dalam video tersebut. “Kita sedang dalami ini, Tim dari Polda juga telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan dari inafis untuk dilakukan pencocokan wajah,” paparnya.
Pihak kepolisian belum mengkonfirmasi secara penuh kepada publik karena sensitivitas kasus. Namun, penelusuran terus dilakukan untuk memperjelas dugaan kasus asusila tersebut, termasuk mendalami pihak yang pertama kali mengunggah video ke media sosial.

