Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan Pemerintah Kabupaten Madiun resmi menjalin kerja sama Sister City melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai upaya memperkuat sinergi antar-daerah. Kesepakatan tersebut bertujuan mendukung pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik di kedua wilayah.
Bupati Lombok Utara, Najmul Akhyar, menyatakan kerja sama ini menjadi momentum strategis untuk mensinergikan potensi masing-masing daerah secara efektif dan efisien. Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya bersifat formal, tetapi diarahkan untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan.
“Kesepakatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata untuk saling menguatkan kapasitas daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan yang kian kompleks,” ujarnya.
Najmul menjelaskan, konsep Sister City dirancang secara komprehensif dengan cakupan lintas sektor. “Seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur pekerjaan umum, penataan ruang, serta perumahan rakyat. Ketertiban umum, perlindungan masyarakat, dan urusan sosial. Kemudian, pariwisata, kelautan dan perikanan, pertanian, perdagangan, hingga perindustrian,” ucapnya.
Najmul berharap kemitraan tersebut mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang lebih inovatif di masa mendatang. “Kesepakatan Sister City ini diharapkan menjadi awal perjalanan bersama yang penuh harapan untuk langkah-langkah pembangunan di Lombok Utara dan Madiun,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Madiun, Hari Wuryanto, mengapresiasi ketertarikan KLU untuk mempelajari pengelolaan infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang telah diterapkan di Madiun. Salah satu fokus yang dibagikan adalah pengelolaan Alat Penerangan Jalan (APJ) yang dinilai berhasil mengatasi keterbatasan fiskal daerah.
“Melalui KPBU APJ, pemerintah daerah tidak hanya menjadi penyedia anggaran, tetapi bertindak sebagai regulator dan pengendali mutu yang akuntabel. Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman terkait tantangan dari fase perencanaan hingga implementasi,” ujarnya.

