Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lombok Utara (KLU) resmi meningkat status dari tipe B menjadi tipe A, yang berdampak pada penguatan struktur organisasi dan standar pelayanan. Kenaikan status tersebut menjadi dasar bagi Dinkes KLU untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), termasuk rumah sakit dan puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. Lalu Bahrudin, menjelaskan bahwa perubahan tipologi ini mengharuskan penambahan struktur sekretariat menjadi empat bidang. Penguatan dilakukan pada Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) serta pembentukan tim kerja khusus rujukan di bawah Bidang Pelayanan Kesehatan. Ia menegaskan bahwa rumah sakit merupakan bagian integral dari Dinas Kesehatan sebagai UPTD.
“Selama ini ada anggapan seolah-olah Dikes jalan sendiri dan Rumah Sakit jalan sendiri. Padahal, RS adalah UPTD kami. Suka atau tidak suka, Dinkes adalah pembina mereka. Itulah mengapa kolaborasi ini harus diperkuat,” ujarnya, Selasa (10/2).
Sebagai tindak lanjut, pada tahun anggaran 2026 Dinkes KLU merancang program monitoring rutin ke seluruh fasilitas kesehatan. Program tersebut bertujuan untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan sesuai standar. “Kami akan turun terus untuk memantau langsung bagaimana pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” katanya.
Bidang baru dan tim kerja rujukan ini memiliki tugas memastikan mutu layanan kesehatan tetap terjaga. Fokus pengawasan meliputi pemantauan kompetensi dan distribusi tenaga medis, kelayakan alat kesehatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta ketersediaan perbekalan dan obat-obatan di fasilitas kesehatan.
Dr. Bahrudin menambahkan, meski pengawasan UPTD secara teknis berada di bawah Bidang Pelayanan Kesehatan, pelaksanaannya akan dilakukan secara terpadu lintas bidang.
“Ada bagian tanggung jawab antarbidang, baik terkait layanan maupun logistik di RS dan Puskesmas. Kenaikan status ke Tipe A ini adalah konsekuensi bagi kami untuk lebih bertanggung jawab dalam menghadirkan tata kelola kesehatan yang lebih baik dan akuntabel di KLU,” pungkasnya.

