Mataram (Inside Lombok) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan tetap melanjutkan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028. Dukungan penuh datang dari Komisi X DPR RI yang membidangi olahraga, termasuk komitmen alokasi anggaran yang direncanakan mulai tahun 2027.
Ketua Umum KONI Provinsi NTB, Mori Hanafi, mengatakan dukungan Komisi X DPR RI menjadi sinyal positif bagi kesiapan daerah. Ia menilai dukungan tersebut berskala nasional dan akan berdampak langsung pada komitmen anggaran untuk pemenuhan kebutuhan penyelenggaraan PON.
“Kami sangat bangga dan senang, dukungan dari Komisi X ini bersifat nasional, bukan lagi sekadar kedaerahan. Ini menjadi angin segar bagi persiapan kita menuju 2028,” katanya.
Untuk mematangkan kesiapan daerah, KONI NTB akan menjadikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dijadwalkan pada Juli mendatang sebagai ajang persiapan. Seluruh kabupaten dan kota di NTB akan dilibatkan sebagai tuan rumah Porprov. “Kalau Sumbawa itu potensi jadi tuan rumah pada PON untuk beberapa PON itu sangat besar. Tapi pada Porporv ini mundur dan jadi pertimbangan besar kita,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menegaskan kesiapan menjadi tuan rumah bersama PON XXII 2028. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Pernyataan Kesiapan oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena pada Januari lalu.
Surat pernyataan kesiapan itu ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk komitmen resmi penyelenggaraan PON XXII 2028. Usai penandatanganan, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menggelar pertemuan dengan Plh Sekda, para asisten, dan kepala perangkat daerah untuk membahas langkah konkret kesiapan NTB, termasuk perencanaan teknis, penguatan infrastruktur, dan koordinasi lintas sektor.
“Dengan ditandatanganinya surat kesiapan NTB dan NTT sebagai tuan rumah PON XXII 2028, besok dokumen ini langsung kami bawa ke Jakarta,” ujarnya.

