28.5 C
Mataram
Rabu, 11 Februari 2026
BerandaLombok BaratSatgas MBG Lobar Pastikan Belum Ada SPPG Terima Surat Peringatan

Satgas MBG Lobar Pastikan Belum Ada SPPG Terima Surat Peringatan

Lombok Barat (Inside Lombok) — Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) memastikan belum ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut yang menerima surat peringatan (SP). Kepastian itu disampaikan setelah koordinasi dengan Koordinator Wilayah MBG terkait isu sejumlah SPPG di NTB yang mendapat SP 1.

Satgas Koordinasi MBG Lobar, Saepul Akhkam, menyatakan hasil koordinasi menunjukkan tidak ada SPPG di Lombok Barat yang menerima surat peringatan. “Alhamdulillah hasil koordinasi kami dengan Koordinator Wilayah MBG, belum ada SPPG di Lombok Barat yang mendapat Surat Peringatan lagi,” ungkapnya saat memimpin rapat koordinasi satgas bersama para ahli gizi di Narmada, Selasa (10/02/2026).

Ia menjelaskan, pascakejadian keracunan sebelumnya, teguran yang diberikan masih bersifat pembinaan umum untuk peningkatan kualitas dapur, seperti penyesuaian ruangan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

“Setelah kejadian keracunan dulu itu, walaupun ada teguran, masih sifatnya umum pembinaan untuk meningkatkan kualitas dapur. Misalnya ruangan dapur yang belum sesuai dengan standar BGN (Badan Gizi Nasional),” ungkapnya.

Akhkam menegaskan, jika terdapat teguran, pihaknya berharap dapat segera ditindaklanjuti. Ia juga meminta seluruh ahli gizi di setiap dapur SPPG fokus pada kualitas gizi menu yang disajikan.

“Untuk itu kami menghadirkan rakor ini, di mana Dinas Kesehatan PPKB Lobar dan BBPOM Mataram menjadi narasumber. Kita ingin menu makanan tidak hanya cukup dalam gizi, namun dinikmati dengan lahap oleh sasaran”, tegasnya.

Koordinator Wilayah MBG Lobar, Gusti Ayu Kadek Widya Diastini, menambahkan rapat koordinasi diperlukan untuk menyegarkan kembali pemahaman ahli gizi terkait penyusunan menu sesuai angka kecukupan gizi dalam petunjuk teknis. Ia juga mengingatkan pentingnya keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku hingga vendor makanan olahan.

“Kami berharap semua ahli gizi mematuhi aturan baku dalam memilih bahan makanan. Jangan sembarang mengiyakan bahan baku yang tidak layak. Minimal cek kadaluarsanya,” pesannya.

- Advertisement -

Berita Populer