Lombok Timur (Inside Lombok) – Warga Kecamatan Pringgasela mengecam tindakan Bank BRI Cabang Selong yang diduga melakukan penarikan kembali dana transfer ganda bantuan UMKM dengan mendatangi rumah warga serta menarik langsung saldo rekening penerima. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (13/02/2026) dan dinilai tidak etis karena dilakukan tanpa pemberitahuan yang jelas, sementara transfer ganda disebut sebagai kesalahan pihak bank.
Penarikan dana dilakukan dengan cara menyatroni rumah warga satu per satu di wilayah Pringgasela. Warga menduga pihak bank tidak hanya meminta pengembalian dana, tetapi juga melakukan penarikan langsung dari rekening penerima dengan nominal yang melebihi jumlah bantuan yang seharusnya dikembalikan.
Salah satu warga Pringgasela, Andi Budiman mengecam keras aksi penagihan yang dilakukan oleh pihak bank penyalur yakni Bank BRI Cabang Selong yang diduga dilakukan dengan cara premanisme. Cara tersebut dinilai sangat tidak etis dilakukan dan terkesan memaksa para penerima, padahal transfer ganda merupakan kesalahan dari pihak bank penyalur.
“Ini sangat tidak beretika dengan cara ketuk pintu rumah-rumah warga. Malah oknum penagih tak menerima pengembalian secara transfer, melainkan memaksa penerima untuk mengembalikan secara tunai,” paparnya, Jumat (13/02/2026).
Andi menyayangkan aksi yang dilakukan oleh pihak bank penyalur yang memaksa masyarakat bertanggung jawab atas kesalahannya sendiri. Ia pun mengatakan bahwa penagihan seharusnya dilakukan setelah beberapa hari bantuan tersalurkan agar dapat dengan segera dikembalikan.
“Seharusnya warga diminta mengembalikan beberapa hari setelah ditransfer, kalau saat ini sudah habis digunakan oleh masyarakat. Malahan dengan cara memaksa untuk diganti uang tunai itu sangat memberatkan,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga Pringgasela Selatan yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa saldo dalam rekeningnya tiba-tiba berkurang. Ia bahkan mengaku mendapatkan transfer ganda sehingga total dana bantuan yang diterimanya itu senilai Rp2 juta, namun tanpa adanya pemberitahuan dana dalam rekening warga itu ditarik oleh pihak bank hingga Rp4 juta.
“Seharusnya ditarik satu juta, tapi malah saya cek hilang 4 juta. Saya sempat mau mempertanyakan itu, tapi waktu itu antrean banyak sekali makanya saya ndak jadi,” jelasnya.
Peristiwa serupa disebut terjadi pada beberapa penerima lainnya di Pringgasela Selatan, yang mengaku saldo rekeningnya ditarik hingga menyisakan Rp100 ribu. Warga menilai penarikan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada penerima bantuan. Sampai dengan berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dilakukan oleh pihak bank penyalur terkait dugaan penarikan dana tersebut.

