Lombok Timur (Inside Lombok) – Dugaan perundungan di SDN 1 Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, yang sempat ramai di media sosial, diselesaikan melalui musyawarah di Aula Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul. Mediasi yang digelar Jumat (13/2) itu melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur, UPTD Dikbud Pringgabaya, pemerintah desa, pihak sekolah, komite sekolah, tenaga kesehatan puskesmas, serta aparat TNI dan Polri.
Pertemuan juga dihadiri wali murid yang diduga korban, siswa yang diduga terlibat, serta sejumlah tokoh setempat. Dari hasil klarifikasi bersama, peristiwa tersebut dinilai dipicu miskomunikasi antara pihak sekolah dan wali murid, sehingga disepakati penyelesaian secara kekeluargaan dengan saling memaafkan.
Kepala Dinas Dikbud Lombok Timur, Nurul Wathoni, mengapresiasi langkah mediasi yang mengedepankan kepentingan anak. Ia menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan komunikasi antara sekolah dan orang tua.
“Saya bersyukur persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Namun ini menjadi pengingat bagi sekolah dan guru agar memaksimalkan pengawasan serta memperkuat komunikasi dengan wali murid,” ujarnya, Jumat (13/2).
Menurutnya, keterlambatan penyampaian informasi terkait kondisi siswa menjadi salah satu faktor yang memicu kesalahpahaman hingga meluas di ruang publik. Ia mengimbau orang tua melakukan klarifikasi langsung ke sekolah sebelum menyampaikan persoalan ke media sosial. “Sering kali akar persoalan belum jelas, tetapi sudah ramai di media sosial. Ini harus menjadi pembelajaran bersama,” tegasnya.
Pasca mediasi, sekolah diminta melakukan pembenahan internal, termasuk memastikan pemulihan kondisi psikologis siswa yang terdampak serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhan. Dikbud Lombok Timur bersama UPTD, pengawas, dan kepala sekolah berkomitmen memperkuat pengawasan, serta akan melakukan evaluasi jika ditemukan kelalaian dalam tugas pengawasan.

