24.5 C
Mataram
Rabu, 18 Februari 2026
BerandaMataramPANTAU KB 2026 Sasar Lima Wilayah Prioritas Unmet Need Tinggi di NTB

PANTAU KB 2026 Sasar Lima Wilayah Prioritas Unmet Need Tinggi di NTB

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak lima kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi lokus prioritas program Pelayanan Kontrasepsi untuk Penggarapan Unmet Need (PANTAU) KB 2026 yang digelar serentak pada 9–15 Februari 2026. Program ini difokuskan pada wilayah dengan angka kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi (unmet need) dan capaian kesertaan KB modern yang masih perlu ditingkatkan, dengan pendekatan pelayanan aktif menjangkau masyarakat.

Pelayanan KB Serentak Awal Tahun 2026 bertema PANTAU KB dilaksanakan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari strategi kementerian dalam menekan angka unmet need. Di NTB, lima daerah yang menjadi lokus prioritas yakni Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Bima, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Mataram, dan Kota Bima dengan target 3.680 akseptor, terdiri atas 1.639 akseptor Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan 470 akseptor KB Pasca Persalinan.

Pelayanan tidak hanya dilakukan di lima lokus prioritas, tetapi juga menjangkau kabupaten lainnya sebagai bentuk pemerataan akses. Salah satu pelayanan berlangsung di Puskesmas Pejeruk, Kota Mataram, pada 11 Februari 2026, di mana dalam tiga jam sebanyak 23 akseptor menerima layanan kontrasepsi, terdiri dari 5 akseptor IUD dan 18 akseptor implan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Lalu Makripuddin, mengatakan program ini merupakan langkah strategis untuk memastikan target layanan tercapai. “Ini bukan hanya pelayanan serentak, tetapi bagian dari percepatan yang fokus dan tepat sasaran. Kita ingin dampaknya nyata, terutama di wilayah dengan kebutuhan tinggi,” ujarnya.

Seluruh capaian pelayanan dicatat melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA) hingga 20 Februari 2026 sebagai bentuk transparansi dan pemantauan kinerja. Salah satu peserta, Suhatiningsih, menyampaikan kegiatan ini membantu keluarga dalam merencanakan kehamilan. Aprilina, bidan yang terlibat, menilai masyarakat menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pelayanan KB serentak.

Melalui PANTAU KB 2026, Kemendukbangga/BKKBN menegaskan komitmennya memperluas akses layanan kontrasepsi berkualitas, menurunkan angka unmet need, serta memperkuat pembangunan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

- Advertisement -

Berita Populer