Mataram (Inside Lombok) – Munculnya isu kesehatan terkait virus Nipah di tingkat global dipastikan belum berdampak terhadap sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB mencatat kunjungan wisatawan masih dalam kondisi normal meski saat ini memasuki periode low season, Kamis (19/2).
Ketua BPPD NTB, Salhan M. Saleh, menegaskan belum terdapat pengaruh signifikan terhadap arus kedatangan wisatawan ke NTB. “Sejauh ini relatif normal. Belum ada pengaruh yang signifikan dari isu virus Nipah terhadap wisatawan kita. Kami tetap melayani permintaan-permintaan untuk bulan-bulan high season nanti,” ujarnya.
Ia menyebut, langkah antisipasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia terhadap potensi penyebaran virus tersebut mendapat respons positif dari wisatawan. Prosedur pencegahan dinilai memberikan rasa aman bagi pelancong yang berkunjung. Terkait langkah teknis di daerah, BPPD NTB menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Kesehatan.
“Kita percayakan kepada dinas terkait. Kekhawatiran kita hanya satu, jika virus ini menjadi wabah seperti pengalaman COVID-19 lalu. Namun, melihat kondisi sekarang di mana belum menjadi wabah bagi kita, jadi tidak terlalu dikhawatirkan,” ungkapnya.
Salhan juga optimistis situasi pandemi seperti sebelumnya tidak akan terulang. “Kita yakin tidak akan terjadi lagi (covid kedua,red) karena ilmu pengetahuan kita sudah lebih baik dan penanganannya kita juga sudah lebih baik,” katanya.
Memasuki tahun 2026, BPPD NTB menilai sektor pariwisata daerah semakin solid dengan peningkatan pada empat komponen utama, yakni destinasi, infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), dan promosi. Untuk mewujudkan visi Gubernur menjadikan NTB sebagai destinasi mendunia, promosi internasional terus dilakukan, termasuk menyasar pasar India pada awal Februari dan agenda promosi ke Berlin, Jerman, pada akhir Februari.
“Pariwisata kita di tahun 2026 ini jauh lebih baik dari sisi pengelolaan manajemen destinasi hingga promosi. Kami optimis dan yakin kunjungan akan terus meningkat ke depannya,” pungkasnya.

