25.5 C
Mataram
Sabtu, 21 Februari 2026
BerandaLombok UtaraPemkab KLU Deklarasikan Kurma sebagai Komoditas Unggulan Daerah

Pemkab KLU Deklarasikan Kurma sebagai Komoditas Unggulan Daerah

Lombok Utara (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara (KLU) resmi mendeklarasikan kurma sebagai ikon komoditas unggulan daerah, Jumat (20/2), menyusul masuknya kurma KLU dalam jajaran tujuh kurma terbaik di dunia. Deklarasi tersebut disampaikan Bupati KLU, Najmul Akhyar, sebagai langkah mendorong pengembangan kurma sebagai potensi ekonomi baru di wilayah tersebut.

Najmul Akhyar menegaskan bahwa kurma tidak hanya identik dengan jazirah Arab. Ia menyebut keberhasilan Thailand dan Australia dalam membudidayakan kurma menjadi bukti bahwa tanaman tersebut dapat tumbuh di luar kawasan Timur Tengah.

“Jadi kurma itu bukan (hanya) Arab. Kurma juga tumbuh di Thailand dan Australia, sehingga salah kalau kita mengidentikkan kurma itu dengan Arab,” ungkapnya.

Menurutnya, kurma diproyeksikan menyamai komoditas unggulan KLU lainnya seperti kopi, cengkeh, cokelat, dan vanili. “Ini adalah merupakan kekayaan dalam tanda kutip baru di KLU,” katanya. Pemkab KLU, lanjutnya, akan menindaklanjuti deklarasi tersebut dengan kebijakan penganggaran dan pengembangan infrastruktur. “KLU akan melakukan sesuatu untuk mengembangkan kurma di Kabupaten ini,” tuturnya.

Terkait rencana pembangunan pabrik pengolahan kurma, pemerintah daerah untuk sementara memprioritaskan penanaman secara masif di lahan potensial. Setiap kantor pemerintahan dan sekolah di KLU direncanakan menanam pohon kurma sebagai percontohan, disertai fasilitasi teknologi pertanian dan akses pemasaran bagi petani lokal.

“Insya Allah, deklarasi ini akan kita ikuti dengan kebijakan. Tidak fair kalau hanya deklarasi tetapi kemudian ditinggalkan. Kita bangun optimisme, lahan kering di KLU bukan lagi hambatan, melainkan peluang emas,” jelasnya.

Dukungan terhadap pengembangan kurma juga datang dari BRIN dan BRIDA yang menyatakan kesiapan melakukan kajian terkait budidaya kurma di iklim tropis KLU. “Alhamdulillah BRIDA sangat mendukung, BRIN juga sangat mendukung, dan iklim tropis kita di KLU ini juga sangat-sangat mendukung,” katanya.

Data pemerintah daerah mencatat, sejak 2016 hingga 2024 telah ditanam 3.007 pohon kurma yang tersebar di lima kecamatan, yakni Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan, dan Bayan. Dari jumlah tersebut, 224 pohon telah berbuah dan lebih dari 500 pohon mengeluarkan mayang jantan maupun betina. Meski belum menetapkan target penanaman tahun 2026, Pemkab KLU menegaskan fokus saat ini adalah mematangkan konsep dan menyatukan visi.

“Sekarang kita bicara ide besarnya dulu. Saya dan Pak Wakil Bupati mendeklarasikan kurma ini menjadi ikon Lombok Utara kedepannya,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer