Mataram (Inside Lombok) – BKKBN Perwakilan Provinsi NTB melakukan pemantauan langsung Posko Mudik Program Bangga Kencana di Pulau Lombok, Selasa (17/3/2026). Pemantauan dilakukan di dua titik utama, yakni Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat dan Terminal Bertais, Kota Mataram, untuk memastikan layanan informasi dan kesehatan tetap dapat diakses oleh keluarga pemudik.
Kepala Perwakilan BKKBN NTB, Lalu Makripuddin, mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan keluarga yang melakukan perjalanan mudik melalui Pelabuhan Lembar, Terminal Bertais, serta Pelabuhan Kayangan tetap mendapatkan akses layanan Program Bangga Kencana selama perjalanan.
“Posko Mudik Bangga Kencana ini hadir untuk memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya keluarga pemudik, agar tetap mendapatkan akses informasi dan layanan kesehatan serta keluarga berencana di tengah mobilitas yang tinggi selama musim mudik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah posko utama telah disiapkan di beberapa titik strategis, antara lain di Pelabuhan Lembar Kabupaten Lombok Barat, Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur, serta Terminal Bus Mandalika di Bertais, Kota Mataram. Posko tersebut menjadi bagian dari pelayanan terpadu kepada masyarakat selama periode mudik Idulfitri.
Melalui posko tersebut, BKKBN Provinsi NTB menghadirkan berbagai layanan bagi keluarga pemudik, mulai dari edukasi pencegahan stunting, konseling keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, pemeriksaan kesehatan dasar, hingga pelayanan kontrasepsi. Selain itu, posko juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat tetap menjaga kesehatan keluarga selama perjalanan, termasuk bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, dan balita.
Berdasarkan proyeksi arus mudik Idulfitri 2026 dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, jumlah pergerakan pemudik melalui Pulau Lombok diperkirakan mencapai ratusan ribu orang. Arus keluar diprediksi meningkat pada H-5 hingga H-2 Lebaran dengan puncak arus mudik keluar terjadi pada H-3, sedangkan arus masuk diproyeksikan meningkat pada H+2 hingga H+5 dengan puncak arus balik pada H+3 Idulfitri.
Makripuddin menambahkan, keberadaan Posko Mudik Bangga Kencana diharapkan tidak hanya memberikan layanan kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat peran keluarga selama perjalanan mudik.
“Momentum mudik bukan hanya soal perpindahan, tetapi juga tentang memperkuat kembali ikatan keluarga. Melalui posko ini, kami ingin memastikan keluarga tetap sehat, teredukasi, dan siap menyongsong kebersamaan di hari raya,” tutupnya.

