Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Lombok Barat (Lobar) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengembalikan minat baca masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, serta meningkatkan kunjungan ke perpustakaan daerah. Upaya ini dilakukan di tengah pesatnya perkembangan dunia digital yang memudahkan akses informasi, termasuk melalui program reward selama bulan Ramadhan.
Kepala Disarpus Lobar, Lalu Winengan mengatakan pihaknya memberikan hadiah kepada anak-anak yang paling sering hadir membaca buku di perpustakaan selama Ramadhan. Program tersebut diharapkan menjadi awal kebangkitan literasi di Lobar. “Kita berharap kepada anak-anak kalau mau baca silakan. Ada doorprize khusus yang saya siapkan selama bulan puasa bagi anak-anak yang rajin membaca dan hadir di perpustakaan,” ujar Winengan.
Ia menilai kebiasaan membaca menjadi kunci untuk meningkatkan kecerdasan dan wawasan masyarakat. Menurutnya, budaya membaca tidak bisa dibangun secara instan, namun harus dilakukan secara konsisten. “Orang yang cerdas itu harus rajin baca. Tanpa membaca buku, mereka tidak akan bisa mengetahui dunia luar. Dengan buku inilah kita mampu mengikuti perkembangan dunia,” imbuhnya.
Winengan juga mengingatkan masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada informasi digital. Ia menegaskan bahwa buku fisik tetap memiliki nilai yang tidak tergantikan. “Sekarang memang era digitalisasi, tapi tidak semua ilmu ada di google. Di google itu hanya singkat-singkat, tidak mungkin satu buku setebal itu masuk semua di ponsel,” bebernya.
Saat ini, koleksi buku di Perpustakaan Lobar mencapai ratusan ribu eksemplar dengan berbagai kategori, mulai dari buku agama, ilmu umum, kesehatan hingga literatur sejarah lokal dan tokoh-tokoh Islam di Lombok. Disarpus juga berencana menambah literatur sejarah Lombok dan biografi tokoh agama serta telah menjalin komunikasi dengan Komisi X DPR RI dan Perpustakaan Nasional untuk mendapatkan tambahan koleksi dan peningkatan fasilitas.
“InsyaAllah dalam waktu dekat akan ada dukungan penambahan buku. Saya sudah komunikasi dengan Komisi X dan beberapa pihak terkait,” tuturnya.
Selain itu, Disarpus Lobar juga menyiapkan konsep ruang baca modern untuk menarik minat generasi muda, termasuk menghadirkan fasilitas coffee shop dan wifi gratis di area perpustakaan.
“Kita ingin gaya baru. Supaya anak muda tertarik datang ke perpustakaan. Bukan hanya tempat baca, tapi juga ruang diskusi yang nyaman,” lugasnya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kembali budaya literasi dan kunjungan masyarakat ke perpustakaan di Lobar.

