BerandaLombok TimurPemkab Lotim Pastikan Pengangkatan PPPK Transparan, Forum Kawal Transisi Tanpa Tes

Pemkab Lotim Pastikan Pengangkatan PPPK Transparan, Forum Kawal Transisi Tanpa Tes

Lombok Timur (Inside Lombok) – Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin, menegaskan proses pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu akan berlangsung transparan dan bebas dari praktik percaloan. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Halal Bihalal Akbar bersama Forum ASN PPPK Paruh Waktu Kabupaten Lotim, Senin (30/03/2026).

Dalam arahannya, Haerul Warisin mengingatkan para ASN agar tidak tergiur oleh oknum yang mengatasnamakan proses pengangkatan dengan meminta imbalan. “Saya tegaskan, pengangkatan PPPK adalah hak para pegawai yang telah mengabdi. Jangan pernah memberikan uang kepada siapapun. Jika ada yang meminta imbalan dengan dalih mempercepat proses atau menjamin kelulusan, segera laporkan,” tegasnya di hadapan ribuan anggota forum.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim terus berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemenpan-RB untuk memastikan regulasi yang diterbitkan berpihak pada tenaga paruh waktu yang telah lama berdedikasi. Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati juga memaparkan tren ekonomi Lotim yang disebut tumbuh 4,96 persen serta mengajak ASN ikut terlibat dalam program pengentasan kemiskinan ekstrem.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Umum Forum ASN PPPK Paruh Waktu Lotim, Bambang Sakra, menyatakan forum siap mengawal proses transisi secara penuh. Ia menegaskan fokus utama forum adalah memastikan mekanisme transisi dari PPPK paruh waktu ke penuh waktu memiliki aturan yang jelas dan berkeadilan.

“Kami mengapresiasi ketegasan Bapak Bupati. Fokus utama kami di forum adalah memastikan mekanisme transisi dari PPPK Paruh Waktu ke Penuh Waktu memiliki aturan yang jelas dan berkeadilan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan komitmen forum untuk memperjuangkan agar pengabdian PPPK paruh waktu dihargai melalui mekanisme yang memprioritaskan masa kerja dan usia tanpa harus melalui tes ulang. Hal itu dinilai sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pegawai selama ini.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Forum ASN PPPK Paruh Waktu Lotim, Sande Firman Hariansyah, mengatakan forum tersebut menjadi wadah bagi tenaga guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. Ia juga menginstruksikan seluruh anggota untuk tetap memberikan kinerja terbaik dalam pelayanan publik sambil mengawal regulasi pusat.

“Forum ini menaungi seluruh lini, baik Tenaga Guru, Tenaga Kesehatan (Nakes), maupun Tenaga Teknis. Sambil mengawal regulasi pusat agar tetap berpihak pada nasib kawan-kawan, kami instruksikan seluruh anggota untuk tetap memberikan kinerja terbaik dalam pelayanan publik,” tuturnya.

- Advertisement -

Berita Populer