BerandaMataramBI NTB Catat Outflow Rp2,28 Triliun Selama Ramadan 2026

BI NTB Catat Outflow Rp2,28 Triliun Selama Ramadan 2026

Mataram (Inside Lombok) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) Provinsi NTB mencatat uang tunai yang keluar (outflow) selama program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 mencapai Rp2,28 triliun. Program tersebut berlangsung sejak 19 Februari hingga 17 Maret 2026 untuk memenuhi kebutuhan uang rupiah masyarakat menjelang Idulfitri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas menyebut pemenuhan kebutuhan uang tunai tersebut merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia dan perbankan di seluruh wilayah NTB.

“Selama periode SERAMBI, total uang yang keluar dari Bank Indonesia mencapai Rp2,28 triliun. Jumlah ini mencakup penarikan oleh perbankan sebesar Rp1,77 triliun, layanan kas keliling Rp25,19 miliar, serta kegiatan penukaran langsung senilai Rp487,24 miliar,” ujarnya.

Program SERAMBI 2026 dilaksanakan dalam tiga fase dengan menjangkau berbagai wilayah di NTB. Pada tahap awal, layanan difokuskan ke wilayah Selong, Jerowaru, Tanjung, dan Sembalun dengan dukungan 85 titik loket bank di 10 kabupaten/kota. Tahap berikutnya menyasar Pulau Bungin dan Maluk serta layanan terpadu di Halaman Parkir Islamic Center Mataram yang melibatkan 11 perbankan nasional dan daerah, kemudian dilanjutkan dengan layanan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid dan Pelabuhan Lembar menjelang arus mudik.

Bank Indonesia mencatat sebanyak 26.111 orang memanfaatkan layanan penukaran uang selama program tersebut. Menurut Hario, pecahan yang paling banyak diminati masyarakat adalah Rp5.000 dan Rp10.000 karena banyak digunakan untuk tradisi berbagi saat Idulfitri.

“Pecahan yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah Rp5.000 dan Rp10.000. Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi, di mana kuota penukaran selalu terisi penuh setiap harinya,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kedisiplinan masyarakat selama proses penukaran yang berlangsung tertib dan lancar. Bank Indonesia bersama perbankan, kata dia, berkomitmen memastikan ketersediaan uang tunai hingga ke wilayah pelosok agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri.

“Respon masyarakat sangat positif. Banyak dari mereka yang baru pertama kali mencoba layanan ini dan merasa terbantu. Selain mendapatkan uang layak edar, kegiatan ini memperkuat nilai kebersamaan saat mereka membagikannya kepada keluarga dan kerabat di hari raya,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer