Mataram (Inside Lombok) – Dugaan penyalahgunaan mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencuat setelah dua video viral di media sosial. Kendaraan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu disebut digunakan di luar peruntukan.
Mulai dari menjemput penumpang di Bandara Internasional Lombok hingga untuk berwisata ke Pantai Malimbu. Video tersebut langsung menuai beragam respons dari warganet dan memicu sorotan publik.
Koordinator Regional SPPG Badan Gizi Nasional (BGN) NTB, Eko Prasetyo, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan tersebut. “Laporannya sudah kami terima beberapa hari lalu. Kami juga sudah instruksikan ke wilayah untuk menindaklanjuti,” ujarnya, Selasa (31/03).
Menurut Eko, video yang beredar telah disebarkan ke seluruh kepala SPPG di Pulau Lombok guna mengidentifikasi kendaraan yang dimaksud. Namun hingga kini, pemilik mobil belum diketahui karena nomor polisi tidak terlihat jelas dalam rekaman. “Kalau sudah terdeteksi, akan kami data seluruh mobil MBG di masing-masing SPPG sebagai tindak lanjut,” katanya.
Terkait mobil berwarna hitam yang diduga digunakan untuk berwisata ke Pantai Malimbu, pihaknya masih melakukan penelusuran lebih lanjut. Eko menegaskan, kendaraan SPPG tidak boleh digunakan di luar fungsi distribusi makanan. “Mobil SPPG hanya untuk antar-jemput ompreng. Tidak diperkenankan dipakai untuk keperluan lain,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berujung sanksi tegas, termasuk penghentian sementara operasional dapur. “Sudah pernah ada kasus serupa, dan langsung kami hentikan operasional dapurnya sementara,” ungkapnya.
Dari data sementara, baru satu kasus yang teridentifikasi dan telah ditindak. Pihaknya pun mengimbau kepala SPPG untuk lebih ketat mengawasi penggunaan kendaraan, termasuk menyimpan kunci agar tidak disalahgunakan. BGN juga meminta masyarakat turut mengawasi dan melaporkan jika menemukan penyimpangan serupa di lapangan. (gil)

