Lombok Timur (Inside Lombok) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lombok Timur memastikan stok buku nikah masih aman menjelang Idulfitri 1447 H/2026 M meski jumlahnya tersisa sekitar 2.700 eksemplar. Ketersediaan tersebut dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama pada periode lonjakan pernikahan di bulan Syawal.
Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Lombok Timur, Haji Lalu Miftahusor, mengatakan distribusi buku nikah selama bulan Syawal biasanya berkisar antara 1.000 hingga maksimal 1.300 buku. “Insyaallah untuk kebutuhan saatini, stok buku nikah kita masih aman. Biasanya distribusi pada bulan Syawal berkisar antara 1.000 hingga maksimal 1.300 buku,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya Kemenag Lombok Timur telah mengambil sekitar 9.000 buku nikah dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi NTB pada tahun 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.300 buku telah didistribusikan ke Kantor Urusan Agama (KUA) di berbagai kecamatan, sementara sisanya masih tersedia di kantor dan sebagian di KUA.
Untuk tahun 2026, pihaknya belum mengambil stok baru karena masih memanfaatkan sisa yang ada. “Stok kita bukan menipis dalam arti kekurangan, tetapi memang belum mengambil lagi. Di Kanwil stok sudah siap, kita tinggal ambil saja. Nanti setelah yang ada ini habis, baru kita ambil dan langsung distribusikan ke KUA,” jelasnya.
Distribusi buku nikah ke masing-masing KUA dilakukan berdasarkan kebutuhan yang dihitung dari jumlah peristiwa nikah pada tahun sebelumnya. Ia menyebutkan wilayah dengan angka pernikahan tertinggi di Lombok Timur antara lain Kecamatan Pringgabaya dan Selong.
Lalu Miftahusor menegaskan, sejak tahun 2022, ketersediaan buku nikah di Lombok Timur tidak lagi mengalami kendala. “Sejak 2022, kita sudah tidak pernah kekurangan stok karena sistem pengadaan sudah tertata dengan baik,” katanya.

