Lombok Timur (Inside Lombok) – Dapur Yayasan Lingkungan Hidup (YLH) Wanasaba, Lombok Timur, menerapkan penggunaan sendok makan bagi Penerima Manfaat (PM) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 31 Maret 2026. Kebijakan ini diklaim menjadi yang pertama di Nusa Tenggara Barat dan dilakukan untuk menjaga kesehatan penerima manfaat serta mencegah keracunan.
Mitra Yayasan Lingkungan Hidup, Baehaki Purnawan, mengatakan kebijakan tersebut diambil setelah mempelajari sejumlah peristiwa keracunan yang diduga berkaitan dengan program MBG. Ia menyebut salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kebersihan diri penerima manfaat, terutama anak-anak yang beraktivitas di pagi hari sebelum menerima makanan.
“Kita belajar dari peristiwa keracunan, ternyata faktor lainnya karena kebersihan diri. Di mana anak yang beraktivitas di pagi hari terutama anak SD baik itu bermain bola dan lainnya dapat memengaruhi kebersihan dirinya,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).
Menurutnya, kotoran yang menempel di kuku anak-anak dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan penerima manfaat. Karena itu, dapur YLH Wanasaba yang berada di bawah Yayasan Generasi Emas Cinong memutuskan setiap menu yang didistribusikan dilengkapi sendok makan.
“Kita tidak hanya memastikan higienitas dapur, tapi juga kebersihan anak-anak. Percuma makanan itu sehat tapi cara memakannya tidak sehat, maka kita putuskan agar menggunakan sendok sehingga makanan itu benar-benar sehat bagi penerima manfaat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG YLH, Irwan Ardiansyah, mengatakan penggunaan sendok makan merupakan inisiatif mitra untuk memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan. Ia menyebut kebijakan tersebut tidak diatur dalam petunjuk teknis, namun diterapkan sebagai upaya tambahan menjaga kualitas program.
“Ini niat baik dari Mitra, bahkan anggaran tak diambil dari operasional dapur, melainkan dari rezeki yang didapatkannya dari pengelolaan dapur,” paparnya.
Ia menambahkan, pihaknya tetap menjaga kualitas dan higienitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat serta terus menampung masukan terkait menu dan pelayanan. “Komunikasi dengan Mitra berjalan baik, begitu juga dengan higienitas makanan yang terus kita jaga agar program ini benar-benar sesuai dengan hajat Presiden demi gizi anak Indonesia,” pungkasnya.

