Lombok Timur (Inside Lombok) – Pembukaan kembali jalur pendakian Gunung Rinjani pada Rabu (1/4/2026) langsung disambut antusias ratusan pendaki. Mereka memadati pintu masuk jalur Sembalun sejak pagi hari untuk melakukan registrasi setelah kawasan pendakian ditutup selama tiga bulan.
Sejak pukul 07.00 Wita, kawasan rest area jalur Sembalun sudah dipenuhi pendaki yang datang lebih awal. Pembukaan loket langsung diserbu pengunjung yang telah menunggu untuk memastikan dapat mengikuti pendakian di hari pertama.
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menetapkan kuota maksimal 700 pendaki per hari yang dibagi ke enam jalur resmi, yakni Sembalun, Senaru, Torean, Aik Berik, Timbanuh, dan Tetebatu. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga kelestarian kawasan sekaligus memastikan keselamatan pendaki.
Kepala Seksi Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardi Arisno, mengatakan antusiasme pendaki sudah terlihat sejak sebelum loket dibuka. “Pendaki sudah berdatangan sebelum pukul 07.00 WITA, dan begitu loket dibuka langsung ramai untuk registrasi,” ujarnya.
Ia menyebutkan pendaki pada hari pertama didominasi wisatawan domestik, meskipun wisatawan mancanegara juga mulai terlihat. Salah seorang pendaki asal Jawa Tengah, Zaki Firmansyah, mengaku telah merencanakan perjalanan tersebut sejak lama.
“Kami sudah merencanakan perjalanan ini sejak lama. Tidak sabar ingin menikmati keindahan puncak dan Danau Segara Anak,” katanya.
Dengan dibukanya kembali jalur pendakian ini, aktivitas wisata alam di Lombok Timur diharapkan kembali meningkat seiring bertambahnya jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Gunung Rinjani.

