Lombok Timur (Inside Lombok) – Jembatan penghubung Kecamatan Masbagik dan Pringgasela yang ambruk sejak 10 Januari 2026 hingga kini belum diperbaiki. Warga setempat kembali membangun jembatan darurat dari bambu untuk menjaga akses ekonomi dan pendidikan tetap berjalan, Kamis (02/04/2026).
Jembatan tersebut sebelumnya ambruk akibat pondasi yang terkikis arus sungai saat curah hujan tinggi. Meski Bupati Lombok Timur dan Gubernur NTB telah meninjau lokasi, hingga kini belum ada kepastian terkait pelaksanaan pembangunan kembali jembatan tersebut.
Salah satu warga, Vira, menyebut sempat ada aktivitas awal berupa penurunan alat berat dan bahan bangunan. Namun, jembatan darurat milik warga justru disingkirkan dan tidak diikuti dengan kelanjutan pengerjaan. “Ada jembatan darurat yang dibangun warga, tapi karena adanya aktivitas pengerjaan, maka disingkirkan. Tapi sampai saat ini tak ada tindak lanjut,” katanya.
Warga lainnya, Muhyi, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan akses penghubung sempat lumpuh. Anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai untuk menuju sekolah. “Kemarin sudah kita bangun jembatannya tapi disingkirkan. Nah sekarang warga bangun jembatan dari bambu lagi untuk mempermudah akses pendidikan dan ekonomi warga sekitar,” tegasnya.
Menurut warga, sebelumnya sempat ada pengiriman material ke lokasi setelah kejadian viral, namun tidak diikuti dengan progres pembangunan. “Sempat viral kemarin, nah setelah itu datang bahan bangunan. Namun sampai saat ini tidak ada kabarnya lagi,” tuturnya.
Kepala Dinas PUPR Lombok Timur, Ahmad Dewanto Hadi, menyatakan belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena proyek pembangunan jembatan tersebut menjadi kewenangan Dinas PUPR Provinsi NTB. Hingga kini, warga masih mengandalkan jembatan bambu sebagai akses sementara.

