Lombok Timur (Inside Lombok) – Penghentian sementara 302 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu desakan percepatan aktivasi kembali dari para mitra. Ketua Mitra Dapur Generasi Emas, Fathul Gani, meminta pemerintah segera mengoperasikan kembali dapur yang telah memenuhi standar, Kamis (02/04/2026).
Fathul Gani menyatakan pemenuhan syarat operasional oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi kunci agar program dapat berjalan normal. Ia menegaskan dua syarat utama yang wajib dipenuhi, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “Dua hal ini menjadi dasar utama dalam operasional dapur, terutama untuk menjamin kebersihan dan keamanan makanan,” ujarnya.
Selain itu, ia mendorong pengelola dapur untuk terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna mempercepat proses verifikasi. Kelengkapan lain seperti sertifikat halal dan penerapan standar Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) juga disebut menjadi bagian penting dalam sistem keamanan pangan.
Sebelumnya, BGN melalui surat resmi tertanggal 31 Maret 2026 menghentikan sementara operasional 302 dapur MBG di NTB. Dari jumlah tersebut, 74 dapur berada di Kabupaten Lombok Timur. Kebijakan ini mengacu pada Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang petunjuk teknis pelaksanaan program MBG tahun anggaran 2026.
Fathul Gani berharap dapur yang telah memenuhi seluruh persyaratan dapat segera diaktifkan kembali. “Jangan sampai mitra yang sudah berupaya memenuhi semua ketentuan justru terhambat. Harapannya, yang sudah siap bisa langsung dijalankan kembali,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG di Lombok Timur belum memberikan keterangan resmi terkait penghentian sementara operasional dapur MBG tersebut.

