Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram memperkuat pengawasan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Udayana menyusul insiden pelecehan seksual yang terjadi pada Sabtu pagi (4/4/2026) saat warga berolahraga. Kasatpol PP Kota Mataram, Irwan Rahadi menyatakan pengawasan ditingkatkan dengan mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) khusus di kawasan tersebut.
Irwan mengatakan Satgas pengawasan kawasan Udayana melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan disiagakan secara intensif. “Satgas pengawasan kawasan Udayana dan sekitarnya dari banyak stakeholder. Mereka standby di sana,” katanya, Senin (6/4/2026).
Ia membenarkan adanya insiden yang mengganggu kenyamanan publik tersebut dan menyebut kejadian itu merupakan yang pertama serta berlangsung cepat di tengah keramaian.“Kalau kasus ini baru pertama kali,” ungkapnya.
Menurutnya, pengawasan dilakukan dengan patroli keliling sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban. “Itu kasuistik dan selama ini kan orang nyaman,” ucap Irwan.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Mataram akan mengalihkan sebagian personel Satgas yang sebelumnya bertugas di kawasan Eks Bandara Rembiga ke RTH Udayana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pengunjung serta menjaga ketertiban kawasan.
“Sesuai SK yang ada, tugas Satgas ini sangat komprehensif. Mulai dari penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), parkir, pemeliharaan taman dan jogging track, hingga pengawasan terhadap Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) serta Anak Jalanan (Anjal),” paparnya.
Irwan menegaskan bahwa aspek keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi prioritas utama, termasuk pengawasan terhadap peredaran narkotika, minuman beralkohol, pencegahan tindakan asusila, serta pengawasan siswa bolos sekolah.
“Ini soal perilaku orang yang kadang sulit kita kontrol, bahkan ada indikasi ke arah gangguan kejiwaan atau lainnya. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan menjadi langkah preventif yang efektif,” tegasnya.
Pemkot Mataram juga mengimbau masyarakat, khususnya perempuan yang berolahraga di RTH Udayana, agar tetap waspada dan tidak beraktivitas sendirian di lokasi sepi. “Jangan sendirian untuk meminimalisir celah bagi oknum-oknum yang ingin berbuat tidak baik,” katanya.

