BerandaLombok UtaraBanjir Bandang Terjang Pemenang, Puluhan KK dan Lahan Pertanian Terdampak

Banjir Bandang Terjang Pemenang, Puluhan KK dan Lahan Pertanian Terdampak

Lombok Utara (Inside Lombok) – Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, akibat curah hujan tinggi di kawasan pegunungan pada Senin (6/4/2026). Peristiwa ini berdampak pada puluhan kepala keluarga serta merendam sekitar 3 hektare lahan persawahan milik warga.

Camat Pemenang, Suhadman, mengatakan banjir dipicu fenomena hujan lebat di wilayah hulu atau pegunungan yang menyebabkan debit sungai meningkat drastis. Di Desa Pemenang Barat, khususnya Dusun Telaga Wareng, air meluap hingga melewati jembatan akibat pendangkalan dan penyempitan aliran sungai

. “Kondisi sungai yang dangkal dan menyempit tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke pemukiman. Tapi alhamdulillah, airnya sudah langsung surut kemarin dan kita sudah berikan bantuan juga ke masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data, sebanyak 53 kepala keluarga terdampak di Desa Menggala, masing-masing 12 KK di Dusun Kerujuk, 16 KK di Dusun Kerujuk Barat, 22 KK di Dusun Menggala Barat, dan 3 KK di Dusun Menggala Timur. Selain permukiman, banjir juga merendam lebih dari 3 hektare sawah di Desa Menggala dan Desa Pemenang Barat yang baru ditanami padi.

Arus banjir yang datang dari arah pegunungan juga merusak sejumlah bangunan seperti pondok dan dapur warga. Selain itu, sektor perikanan turut terdampak akibat jebolnya kolam ikan milik warga.

“Di Kerujuk, air meluap sangat deras. Kolam-kolam ikan milik warga jebol dan isinya hanyut terbawa banjir. Ini menjadi pukulan berat bagi warga yang mengandalkan usaha perikanan di sana,” terangnya.

Warga setempat menyebut fenomena ini sebagai “Hujan Daya”, yakni hujan deras di wilayah hulu yang menyebabkan banjir tiba-tiba di daerah hilir. Menyikapi kejadian ini, masyarakat meminta pemerintah daerah segera membangun tanggul permanen di bantaran sungai.

“Masyarakat memohon agar dibuatkan tanggul beton, bukan lagi bronjong. Pengalaman di lapangan, beronjong tidak cukup kuat menahan terjangan banjir bah yang sangat keras,” imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui BPBD dan Dinas Sosial telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak. Hingga saat ini, proses pendataan kerugian masih berlangsung dan bantuan mulai didistribusikan kepada korban.

 

 

- Advertisement -

Berita Populer