Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 27 warga Desa Tadewa, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, mengalami muntah dan diare usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Korban terdiri dari balita (TK/PAUD), ibu hamil, serta tiga orang dewasa. Seluruhnya menjalani perawatan di Puskesmas Wera sejak (4/4).
Kasus ini pertama kali terdeteksi saat seorang anak datang ke puskesmas sekitar pukul 15.00 Wita dengan keluhan muntah dan diare, yang kemudian diikuti puluhan warga lainnya dengan gejala serupa.
Koordinator Regional SPPG BGN NTB, Eko Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan pihaknya telah melaporkan ke pimpinan. “Untuk sementara operasional dihentikan sampai hasil laboratorium keluar, sambil dilakukan perbaikan,” ujarnya, (6/4).
Terkait kemungkinan penutupan permanen, Eko menjelaskan hal tersebut bisa dilakukan jika kejadian serupa terjadi hingga tiga kali, sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini kembali menyoroti pengawasan distribusi dan kualitas makanan dalam program MBG di NTB, mengingat kejadian serupa disebut telah beberapa kali terjadi. (gil)

