BerandaLombok BaratTim SAR Gunakan Drone Thermal untuk Cari Remaja Hanyut di Air Terjun...

Tim SAR Gunakan Drone Thermal untuk Cari Remaja Hanyut di Air Terjun Temburun Nanas

Lombok Barat (Inside Lombok) – Tim SAR gabungan memperluas pencarian terhadap Heri Saputra (16), remaja asal Dusun Bagik Dapol, Desa Mertak, Lombok Tengah, yang hilang terseret air bah di Air Terjun Temburun Nanas, Desa Bukit Tinggi, Gunungsari, sejak Senin (06/04/2026) siang. Memasuki hari kedua, Selasa (07/04/2026), pencarian dilakukan dengan penyisiran darat dan pemantauan udara menggunakan drone thermal.

Koordinator Lapangan, Dewa Gede Kerta, mengatakan Basarnas Mataram mengerahkan tim drone untuk memantau aliran sungai dari udara guna membantu mendeteksi keberadaan korban.

“Untuk mengoptimalkan pemantauan, terutama di medan yang sulit dijangkau, kami merencanakan penggunaan drone thermal. Guna melakukan pemetaan udara dan pencarian visual dari ketinggian,” ujar Dewa Gede dalam keterangan tertulis yang diterima Inside Lombok.
Selain itu, personel SAR lainnya melakukan penyisiran manual dari titik jatuhnya korban hingga ke muara di Bendungan Meninting. Upaya pencarian difokuskan di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi jalur hanyut korban.

Dewa Gede mengungkapkan sejumlah kendala di lapangan, di antaranya cuaca tidak menentu, debit air yang fluktuatif, arus sungai yang kuat, serta kondisi medan berupa bebatuan besar dan licin dengan banyak jeram.

“Kendala kami adalah cuaca yang tidak menentu, debit air yang fluktuatif, arus yang sangat kuat hingga medan sungai yang didominasi batuan besar dan licin serta banyaknya jeram,” ungkapnya.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama rekan-rekannya berwisata di lokasi air terjun. Air bah tiba-tiba datang dan menyeret dua remaja ke aliran sungai. Satu korban berhasil diselamatkan, sementara Heri Saputra masih dalam pencarian.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, Camat Gunungsari, BPBD, Damkartan Kabupaten Lombok Barat, perangkat Desa Bukit Tinggi, serta warga setempat. Hingga kini, pencarian masih terus dilakukan.

- Advertisement -

Berita Populer