BerandaMataramRealisasi Penyerapan Gabah Petani di NTB Capai 70 Ribu Ton Lebih

Realisasi Penyerapan Gabah Petani di NTB Capai 70 Ribu Ton Lebih

Mataram (Inside Lombok) – Perum Bulog Kantor Wilayah NTB mencatat realisasi penyerapan gabah mencapai 70.428 ton setara beras hingga pekan pertama April 2026. Angka tersebut setara 29,26 persen dari target tahunan sebesar 240.661 ton, yang dicapai melalui strategi jemput bola langsung ke petani di Pulau Lombok dan Sumbawa.

Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan tren penyerapan terus meningkat seiring meratanya musim panen di sejumlah wilayah. Bulog mengerahkan Tim Jemput Pangan untuk turun langsung ke petani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) guna mempercepat serapan hasil panen.

“Kami tidak menunggu di gudang. Tim terjun langsung ke petani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk menyerap gabah mereka,” ujarnya, Selasa (7/4).

Dalam pelaksanaannya, Bulog tetap mengacu pada harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP). Kebijakan ini dinilai mampu memberikan kepastian harga bagi petani sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

“Hadirnya Bulog memastikan petani memiliki kepastian harga. Angka Rp6.500 ini menjadi batas minimum, sehingga petani terlindungi dari permainan harga yang merugikan,” tuturnya.

Tingginya serapan turut berdampak pada ketersediaan stok pangan di NTB. Saat ini, Bulog menguasai stok sekitar 193.000 ton setara beras yang tersebar di 16 gudang induk dan 85 gudang sewa di seluruh wilayah provinsi.

“Kesuksesan serapan ini, merupakan buah dari sinergi lintas sektor yang melibatkan Pemerintah Daerah, Babinsa, hingga Satuan Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL),” ucapnya.

Bulog memastikan proses penyerapan masih terus berlangsung seiring panen yang berjalan di berbagai daerah. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Seiring panen yang masih berjalan, stok kami akan terus bertambah dan ketahanan pangan kita sangat terjaga,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer