Lombok Tengah (Inside Lombok) – Ruas jalan di Lingkungan Tebero, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, dilaporkan dalam kondisi rusak dan kerap tergenang air, sehingga membahayakan pengguna jalan. Jalan tersebut merupakan akses utama menuju Pasar Renteng dan setiap hari dilalui masyarakat serta pedagang.
Warga menyebut kerusakan jalan telah berlangsung lama tanpa penanganan serius. Kondisi jalan yang berlubang dan tertutup genangan air kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada malam hari atau setelah hujan.
Seorang warga yang juga karyawan pedagang di sekitar lokasi, yang enggan disebutkan namanya, mengaku resah dengan kondisi tersebut. “Sudah berapa kali orang jatuh di lubang itu. Kami jelas sangat terganggu. Apalagi kalau malam hari atau habis hujan, lubangnya tidak kelihatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, genangan air yang hanya berada di titik lubang membuat situasi semakin berbahaya. “Kalau banjir biasanya air merata, ini tidak. Airnya cuma di tengah, tepat di lubang. Itu yang sering jadi jebakan,” katanya.
Minimnya penanganan membuat warga melakukan perbaikan secara swadaya. Seorang pemilik usaha setempat bahkan menggunakan dana pribadi untuk menambal jalan dengan campuran batu dan semen. “Sudah tiga kali ditambal secara swadaya. Tapi karena tidak diperbaiki menyeluruh, rusaknya kembali lagi,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah, Lalu Rahadian, menyatakan ruas jalan tersebut merupakan bagian dari jalan kabupaten yang belum mantap. Ia menyebut total panjang jalan kabupaten yang belum mantap di Lombok Tengah mencapai sekitar 180 kilometer dengan kebutuhan anggaran penanganan sekitar Rp600 miliar.
“Kebutuhan anggaran untuk penanganan jalan yang belum mantap sekitar Rp600 miliar. Ini sedang kami ikhtiarkan di tengah kondisi fiskal daerah yang terbatas,” jelasnya.
Rahadian juga mengapresiasi inisiatif warga dalam melakukan penambalan jalan secara mandiri. “Kami berterima kasih atas partisipasi masyarakat. Lombok Tengah ini milik kita bersama, sehingga kepedulian seperti ini sangat membantu,” ujarnya. Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mengupayakan perbaikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

