Mataram (Inside Lombok) – Komoditas vanili organik Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap mampu menembus pasar internasional, khususnya Amerika Serikat, di tengah ketidakpastian geopolitik global, dengan realisasi ekspor pada awal April 2026. Keberlanjutan ekspor ini menunjukkan produk lokal masih dipercaya meski menghadapi tantangan logistik dan ekonomi dunia.
Pemilik UD Rempah Organik Lombok, H. Mohir Ali, mengatakan pihaknya tetap melakukan pengiriman meski volumenya belum besar. “Kebetulan kemarin per tanggal 1 (April), kita baru saja melakukan ekspor ke Amerika. Memang jumlahnya tidak terlalu besar, tapi ini menunjukkan bahwa kita masih tetap eksis dan dipercaya oleh pasar sana,” ujarnya.
Ia mengakui konflik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat, berdampak pada rantai distribusi. Namun, kondisi tersebut tidak terlalu mempengaruhi permintaan vanili organik.
“Kalau untuk vanili konvensional (non-organik), mungkin harga dan permintaannya agak terganggu atau mengalami penurunan akibat kondisi perang. Tapi untuk vanili organik, harganya sangat stabil. Bahkan konsumen di sana meminta kuota lebih,” tuturnya.
UD Rempah Organik Lombok menargetkan ekspor vanili organik mencapai 4 ton pada tahun ini, dengan total produksi hingga 6 ton yang diarahkan seluruhnya ke pasar Amerika Serikat.
“Mudah-mudahan tahun ini kita bisa di angka 4 ton untuk yang organik saja. Namun secara total, target kita bisa menghasilkan hingga 6 ton, dan semuanya akan kita arahkan untuk ekspor ke Amerika,” imbuhnya.
Untuk mendukung target tersebut, perusahaan memperkuat pengawasan di tingkat hulu dengan melakukan audit terhadap petani mitra guna memastikan standar organik terpenuhi.
“Insya Allah tahun ini kita maksimalkan. Makanya sekarang kami sedang melakukan audit langsung ke petani-petani vanili, khususnya untuk sertifikasi organik. Kami ingin memastikan standar yang diminta oleh Amerika tetap terjaga,” pungkasnya.
Ekspor ini diharapkan terus berlanjut seiring upaya menjaga kualitas produk dan memenuhi standar pasar internasional.

