BerandaLombok BaratPuluhan Ribu Siswa di Lobar Terdampak Penutupan Sementara Dapur MBG

Puluhan Ribu Siswa di Lobar Terdampak Penutupan Sementara Dapur MBG

Lombok Barat (Inside Lombok) – Penutupan sementara operasional puluhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Barat (Lobar) berdampak pada sekitar 52 ribu siswa yang tidak dapat menerima program tersebut. Ketua Satgas MBG Lobar, Saepul Akhkam, menyebut penghentian terjadi akibat sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disuspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Paling sedikit 52.000 siswa kita yang terhambat akhirnya menerima MBG itu. Tidak menerima sementara ini, sejak mereka di-suspend,” ungkap Akhkam saat dikonfirmasi beberapa hari lalu.

Pemerintah daerah mengakui adanya kekecewaan dari pihak sekolah dan wali murid, namun menegaskan bahwa keamanan konsumsi siswa menjadi prioritas utama. Pengalihan distribusi ke SPPG lain tidak dapat dilakukan secara cepat karena sistem akuntabilitas penerima manfaat telah terkunci di sistem pusat.

Satgas MBG Lobar saat ini melakukan pendampingan intensif kepada pengelola SPPG agar segera memenuhi persyaratan teknis. “Kita akan lakukan koordinasi dengan mereka, dengan teman-teman yang disuspend itu untuk segera melakukan tindakan kepatuhan terhadap standar-standar yang diberikan oleh BGN,” tegas Akhkam.

Sejak pekan lalu, Satgas juga melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah lokasi, terutama di desa dengan jumlah siswa tinggi seperti Buwun Mas, Labuan Tereng, dan Kuripan. Pengawasan difokuskan pada unit yang masih beroperasi serta evaluasi terhadap unit yang dihentikan sementara.

Akhkam menjelaskan, faktor utama penghentian operasional berkaitan dengan kelaikan lingkungan, terutama standar air bersih dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “Kami ingin membentengi beberapa SPPG yang tidak suspend untuk jangan sampai kemudian mereka di-suspend karena terkait dengan penerima manfaat. Kami melakukan pengecekan ulang terhadap kelayakan airnya, penggunaan air untuk cuci-cuci, kemudian SOP-nya bagaimana, IPAL-nya bagaimana,” bebernya.

Selain itu, aspek administrasi digital juga menjadi perhatian, seperti pembaruan data pada sistem BGN dan kelengkapan sertifikasi. Awalnya terdapat 29 dapur MBG yang ditutup sementara, kemudian tiga di antaranya kembali beroperasi. Namun, jumlah tersebut meningkat menjadi 39 dapur akibat relokasi pembangunan SPPG oleh yayasan yang sama.

- Advertisement -

Berita Populer