BerandaLombok TengahPolres Loteng Amankan Empat Terduga Pengguna dan Pengedar Sabu di Tiga Lokasi

Polres Loteng Amankan Empat Terduga Pengguna dan Pengedar Sabu di Tiga Lokasi

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Satuan Reserse Narkoba Polres Lombok Tengah (Loteng) mengamankan empat terduga pengguna sekaligus pengedar narkotika jenis sabu di tiga lokasi berbeda di Kecamatan Pujut dan Praya Tengah, Senin (13/4), setelah menerima laporan masyarakat terkait aktivitas transaksi narkoba.

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Polres Loteng, IPTU Yudha Aditya Warman. Ia menyampaikan penindakan dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan intensif berdasarkan informasi masyarakat. “Berawal dari informasi masyarakat, kami lakukan penyelidikan intensif hingga akhirnya para terduga berhasil diamankan di lokasi berbeda,” ujar Yudha.

Penangkapan pertama dilakukan di Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, dengan mengamankan seorang perempuan berinisial S. Dari tangan terduga, polisi menyita satu paket sabu seberat bruto 4,39 gram, tas, dan telepon genggam sebagai barang bukti.

Pengembangan kasus mengarah ke wilayah Praya Tengah. Di lokasi kedua, petugas mengamankan seorang perempuan berinisial WLYS dengan barang bukti satu paket sabu seberat bruto 0,22 gram beserta alat hisap. Selanjutnya di lokasi ketiga, polisi mengamankan dua terduga lainnya, yakni AR yang merupakan residivis dan KA, dengan barang bukti tiga paket sabu seberat bruto 2,09 gram, alat hisap, plastik klip kosong, serta uang tunai Rp750 ribu yang diduga hasil transaksi.

“Secara keseluruhan, total barang bukti sabu yang diamankan mencapai sekitar 6,7 gram bruto,” katanya. Dari hasil pemeriksaan awal, keempat terduga diduga berperan sebagai pengedar dengan modus menjual sabu secara langsung kepada pengguna di wilayah Pujut dan Praya Tengah.

“Para terduga beserta barang bukti diamankan di Mapolres Loteng untuk proses penyidikan lebih lanjut,” imbuhnya. Pihak kepolisian menegaskan akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba serta mengajak masyarakat aktif melaporkan aktivitas mencurigakan. “Peran masyarakat sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkotika,” tegasnya.

- Advertisement -

Berita Populer