Lombok Utara (Inside Lombok) – Keretakan pada penyangga gapura Islamic Center Masjid Agung Baiturrahman Tanjung yang sempat viral di media sosial dipastikan tidak memengaruhi struktur utama bangunan, dan saat ini tengah dalam proses perbaikan oleh pihak kontraktor, Senin (13/4).
Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Islamic Center Masjid Agung Baiturrahman Tanjung, Yaya Fradana, menyampaikan bahwa hasil investigasi bersama kontraktor, BPK, dan tim teknis menunjukkan kerusakan hanya terjadi pada bagian finishing atau aksesori.
“Kami sudah melakukan investigasi ke lokasi bersama kontraktor, BPK, dan tim teknis. Hasilnya, struktur utama sama sekali tidak ada masalah dan tidak ada kerusakan sedikit pun. Yang retak itu hanya bagian finishing aksesori saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kerusakan dipicu oleh faktor alam, khususnya intensitas hujan tinggi yang menyebabkan tanah di sekitar ornamen penyangga menjadi gembur dan mengalami penurunan di sisi kiri dan kanan gapura. Proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan sehingga perbaikan menjadi tanggung jawab pihak ketiga.
“Sejak hari Jumat kemarin kontraktor sudah mulai melakukan perbaikan di lokasi. Saat ini sedang proses pemasangan ulang keramik. Target kami secepatnya selesai, kemungkinan hari Selasa ini sudah rampung,” tuturnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat tidak khawatir karena kondisi struktur bangunan tetap aman dan fungsionalitas gapura sebagai ikon religi tetap terjaga. Selain itu, pemerintah daerah juga telah mengalokasikan anggaran untuk penataan lanjutan kawasan Islamic Center pada tahun ini, meski besaran anggaran belum dirinci.
“Informasinya tahun ini akan ada penataan lanjutan, khususnya untuk penambahan penembokan di sisi barat gapura yang sekarang. Untuk detail anggarannya ada di Bidang Cipta Karya,” pungkasnya.

