Mataram (Inside Lombok) – Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan fasilitas Ship to Ship (STS) Kalbut di Teluk Kalbut, Situbondo, Jawa Timur, sebagai pusat distribusi utama guna menjaga ketersediaan elpiji nasional tetap aman dan stabil pada pertengahan April 2026. Infrastruktur ini menjadi penghubung utama antara kapal tanker induk dan armada distribusi ke berbagai wilayah Indonesia.
Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan STS Kalbut memiliki peran strategis dalam menopang distribusi energi, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
“Eksistensi STS Kalbut merupakan urat nadi energi yang menjadi tulang punggung suplai elpiji nusantara. Perannya krusial tidak hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga menjangkau Bali, Nusa Tenggara, Jawa Tengah, Kalimantan, hingga Sulawesi,” ujar Ahad dalam keterangan resminya.
Fasilitas seluas 3,92 km² tersebut menyokong distribusi ke lima terminal elpiji, yakni Surabaya, Tanjungwangi, Manggis, Ampenan, dan Bima. Dengan kapasitas kapal antara 1.700 hingga 10.000 metrik ton, distribusi elpiji dilakukan secara bertahap untuk memastikan pasokan tetap terjaga di berbagai daerah.
Ahad menjelaskan, untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan pada April, Pertamina telah menyiapkan pasokan dalam jumlah besar. Pada 8 April, kapal kargo bermuatan 44.839 metrik ton telah sandar di STS Kalbut dan segera didistribusikan ke sejumlah wilayah.
Untuk wilayah Jawa Timur, distribusi dilakukan sesuai jadwal, di antaranya Surabaya menerima 8.000 metrik ton pada 10 April, Banyuwangi dijadwalkan menerima 2.500 metrik ton pada 11 April, serta Gresik mendapatkan 10.000 metrik ton pada 12 April ditambah suplai 1.000 metrik ton dari kilang TPPI yang mulai dibongkar pada 11 April.
Melalui pengawasan di SPPBE dan optimalisasi armada darat, Pertamina memastikan distribusi elpiji berjalan lancar hingga ke tingkat pangkalan. “Kami hadir melayani sepenuh hati untuk memastikan energi tersalurkan secara merata, demi mendukung ketahanan energi nasional yang andal dan aman,” pungkasnya.

