Mataram (Inside Lombok) – Viralnya pengobatan tradisional yang dilakukan Ida Dayak rupanya dimanfaatkan oknum untuk melakukan penipuan, tidak terkecuali di NTB. Modusnya, para pelaku menyebarkan informasi bahwa Ida Dayak akan datang ke Kota Mataram untuk melakukan pengobatan, sehingga calon pasien diminta mentransfer uang sejumlah Rp250 ribu jika ingin mendapat nomor antrean.
Atas tingginya animo masyarakat terhadap informasi kedatangan Ida Dayak itu, Pemprov NTB melalui Bakesbangpoldagri NTB melakukan penelusuran, dan mendapati informasi kedatangan Ida Dayak ke Pulau Lombok adalah hoaks. Meski begitu, telah ada puluhan orang yang diketahui menjadi korban penipuan itu.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, Kombes Pol Nasrun Pasaribu pun menuturkan hingga kini pihaknya masih menunggumu laporan korban terkait dengan hal tersebut. Terutama siapa korban dan pelakunya. “Sampai dengan saat ini belum ada laporannya,” ujarnya, Rabu (3/5).
Sementara itu, Inside Lombok menerima keluhan dari beberapa masyarakat kaitan dengan dugaan penipuan untuk pengobatan Ida Dayak tersebut. “Minta tolong dishare min, ada orang yang mengatasnamakan Ida Dayak untuk jadwal berobat di Mataram, tapi tau-taunya penipuan,” ujar salah satu warganet, Baiq Yan Hikmah.
Diakuinya salah satu keluarganya yang tertipu ini sudah melakukan pembayaran dengan mentransfer uang sebesar Rp250 ribu. Perintah mentransfer tersebut sesuai dengan isi pesan WhatsApp yang ada. “Minta bayar Rp250 ribu buat ngisi antrean, tau-taunya pas kakak saya transfer Rp250 ribu langsung diblokir,” ungkapnya.
Senada, Candra mengatakan awalnya ia melihat postingan dari sosmed tentang jadwal praktek Ida Dayak. Di dalam bio tersebut tertera jadwal praktek mulai dari tanggal, bulan dan tahunnya, serta nomor kontak admin yang dihubungi.
“Setelah itu kami wa nomor admin yang di bio instagram-nya dan dijawab sesuai dengan yang tertera. Dari nomer alamat praktek, formulir dan jumlah uang untuk ditransfer,” bebernya.
Setelah melakukan pendaftaran dengan mentransfer sejumlah uang sesuai yang tertera, ia pun mengkonfirmasi kembali jadwal Ida Dayak tidak ada di awal Mei ke Lombok. Namun tidak ada jawaban.
“Saya itu tau (penipuan), karena saya mikirnya kok lama nggak ada konfirmasi lagi. Jadinya saya punya inisiatif buat cek ulang buka akun Ibu Ida Dayak yang di Instagram. Saya lihat di postingan jadwal prakteknya kok berubah, yang di tanggal 5 Mei 2023 itu Mataram berubah jadi Gorontalo,” terangnya.
“Terus saya chat lah admin Ibu Ida Dayak ini, saya konfirmasi lah yang saya lihat di postingannya itu. Tidak ada balasan, saya telpon lewat WhatsApp nggak bisa nyambung. Saya buka lagi akun Instagram-nya, ternyata nomor adminnya sudah diganti,” jelasnya.
Di sisi lain, Polres Kota Mataram mengeluarkan imbauan melalui Bhabinkamtibmas untuk tidak mempercayai isu kedatangan Ida Dayak ke Lombok. Apalagi ada oknum yang meminta sejumlah uang agar bisa mendapatkan pengobatan nantinya. (dpi)

