32.5 C
Mataram
Sabtu, 31 Januari 2026
BerandaDaerahTerendam, Sejumlah Sekolah di Mataram Liburkan Siswa

Terendam, Sejumlah Sekolah di Mataram Liburkan Siswa

Mataram (Inside Lombok) – Sejumlah sekolah tingkat SD dan SMP di Mataram tergenang, hingga memaksa sekolah untuk meliburkan peserta didik hingga air surut. Beberapa sekolah yang meliburkan siswa antara lain SDN 3 dan SDN 26 Ampenan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf mengatakan SDN 3 dan SDN 26 Ampenan tergenang dengan ketinggian air sekitar 30 sentimeter. Sementara sekolah lain SMPN 19 Mataram tidak diliburkan karena kondisi masih memungkinkan untuk pelaksanaan ujian semester ganjil.

“Cuaca ini sangat ekstrem dan kapasitas air melebih sungai dan saluran. Kalau memang tidak bisa ulangan ya ditunda saja hari ini. Kondisi air di SDN 3 Ampenan sudah masuk ke ruang kelas,” katanya, Selasa (10/12).

Penanganan genangan yang dilakukan dilakukan secara mandiri oleh para guru agar air yang masuk ke lingkungan sekolah bisa segera surut. Sumber air yang masuk ke lingkungan sekolah tersebut yaitu air sungai yang meluap.

Diterangkan Yusuf, kondisi sekolah yang tergenang akibat hujan lebat selama sehari pada Senin kemarin menghambat ujian semester para siswa. Di mana, Dinas Pendidikan menjadwalkan kegiatan ujian semester dilakukan selama sepekan ini.

“Kegiatan ujian siswa yang sudah dimulai sejak Senin (9/12-2024) dan berlangsung sampai Sabtu (14/12-2024. Kalau besok air sudah surut, kami minta anak-anak kembali sekolah agar kegiatan ujian tidak tertunda terlalu lama,” katanya.

Lokasi sekolah berada di kawasan hilir, sehingga kapasitas sungai dan saluran tidak bisa menampung debit air dari hulu. Hal ini berakibat terjadi luapan air sungai dan saluran ke lingkungan sekolah. “Kondisi itu baru terjadi tahun ini, dan tahun-tahun sebelumnya tidak pernah,” katanya.

Terkait dengan itu, untuk penanganan banjir di sekolah-sekolah di Kota Mataram, Dinas Pendidikan sudah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Koordinasi dilakukan untuk membantu melakukan normalisasi saluran baik dari sedimen maupun sampah. Sekolah juga diminta berpartisipasi rutin membersihkan saluran di sekitar sekolah. “Harapan kami dengan normalisasi, saluran bisa berfungsi lebih maksimal menampung debit air dari hulu,” jelasnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer