Lombok Utara (Inside Lombok) – Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersiap menggelar event budaya yang sangat dinantikan, yakni Gawe Beleq pada 23 Desember 2024. Gawe Beleq sendiri adalah tradisi sarat makna dan akan ditampilkan dengan berbagai prosesi dan pertunjukan seni yang khas.
“Kami ingin Gawe Beleq menjadi ikon baru pariwisata KLU, seperti halnya Bau Nyale di Mandalika dan Perang Topat di Lombok Barat,” ujar Kepala Dinas Pariwisata KLU, Denda Dewi Tresni Budi Astuti, Jumat (20/12). Salah satu keunikan dari event ini adalah melibatkan generasi muda sebagai event organizer.
Para pemuda KLU itu nantinya akan bertanggung jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga promosi acara. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal. “Dengan memberikan kepercayaan kepada generasi muda, kami berharap mereka dapat menciptakan event yang inovatif dan menarik minat wisatawan,” ungkapnya.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan wadah bagi generasi muda dalam melestarikan dan mengembangkan budaya lokal. Dengan harapan anak-anak muda KLU menjadi garda terdepan dalam mempromosikan budaya yang ada.
Nantinya pada event tersebut, ada berbagai kesenian lokal KLU akan ditampilkan, mulai dari tarian tradisional hingga musik khas Sasak. “Karena kita ingin kesenian lokal KLU ready to show. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Lombok Utara memiliki kekayaan budaya yang luar biasa,” terangnya.
Sementara itu, diharapkan Gawe Beleq dapat menjadi event tahunan yang menarik minat wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Selain event Gawe Beleq, Pemda KLU juga akan menggelar Sasak Festival pada 24 Desember 2024. “Kami akan terus mengembangkan event ini agar semakin menarik dan berkualitas,” demikian. (dpi)

