Mataram (Inside Lombok) – Universitas Terbuka (UT) menggelar seminar akademik dengan tema lulusan NTB untuk dunia: meningkatkan kearifan lokal dengan kompetensi global. Kegiatan ini digelar sebagai salah satu langkah untuk peningkatan kualitas SDM di NTB khususnya sektor pariwisata.
Dekan Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) Universitas Terbuka (UT) Dr. Meita Istianda mengatakan, saat ini UT bertekad untuk mengoptimalkan semua prodi. Hal ini untuk menunjang pariwisata di Provinsi NTB yang terus berkembang.
“Jadi kompetensi tidak hanya berupa kapasitas lulusan dari mana prodi mereka berasal, tetapi juga kompetensi global,” ucapnya. Pemerintah pusat hingga daerah menjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai program prioritas.
Pengembangan sektor ini upaya lain pemerintah meningkatkan perekonomian. Dengan adanya target tersebut, UT membantu dalam peningkatan kualitas SDM. “Dan kita berjalan jelas untuk perkuat NTB sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga bagaimana nanti sektor pariwisata bisa mendukung BTB semakin kuat,” katanya.
“Kami memiliki visi yang jelas untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di NTB, sehingga nantinya sektor ini dapat semakin mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Ia mengatakan, peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung ke NTB harus disertai dengan kesiapan lulusan dalam memberikan pelayanan berkualitas. Selain yang cukup penting yaitu memiliki keterampilan komunikasi yang efektif. “Lulusan UT harus kreatif, bukan hanya dalam menciptakan produk kerajinan, tetapi juga dalam memberdayakan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Universitas Terbuka (UT) Mataram Heriyanto meyakini UT akan bisa berkontribusi untuk kemajuan NTB kedepan.
Seminar ini lanjut dia juga digelar khusus untuk para calon alumni yang nantinya akan di wisuda. Hingga ketika mereka keluar dari UT para lulusan sudah memiliki bekal untuk kebermanfaatan mereka di masyarakat. “Kita masyarakat NTB dapat berkembang mengikuti zaman. Mudahan para mahasiswa dapat berkontribusi untuk membantu pembangunan daerah. Dan real berkontribusi,” katanya. (azm)

