Mataram (Inside Lombok) – Tim transisi untuk Gubernur dan Wakil Gubernur NTB terpilih, Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda) akan dibubarkan sehari sebelum pelantikan kepala daerah terpilih, Rabu (19/02). Tim yang terdiri dari tujuh anggota tersebut telah menyelesaikan hampir seluruh tugas mereka.
Ketua Tim Transisi Iqbal-Dinda, Adhar Hakim menyampaikan bahwa tim telah menyelesaikan berbagai kegiatan koordinasi dan konsolidasi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah pemerintah Provinsi NTB. “Kami menyelesaikan hampir 99 persen dari tugas kami. H-1 pelantikan, tim transisi akan dibubarkan,” ujarnya, Rabu (19/2).
Seluruh laporan yang telah disusun oleh tim sejak kemenangan Iqbal-Dinda dalam Pilgub NTB 2024, berdasarkan rekapitulasi KPU pada 5 Desember 2024, telah diserahkan kepada gubernur terpilih. Beberapa laporan terakhir yang belum diserahkan, seperti peta jalan dan analisis fiskal, akan segera disampaikan kepada Iqbal.
Adhar juga menjelaskan bahwa mereka telah merapikan anggaran di masing-masing OPD agar sejalan dengan visi dan misi Iqbal-Dinda, serta memberikan catatan penting untuk kelancaran pemerintahan yang akan datang. “Semua laporan sudah kami serahkan dan sudah sinkron dengan visi misi Iqbal-Dinda,” katanya.
Selain itu, Adhar menambahkan bahwa tim transisi telah melakukan sinkronisasi program-program yang telah disusun OPD dengan prioritas yang ditetapkan oleh Iqbal-Dinda untuk lima tahun mendatang. “Kami sudah menyelesaikan koordinasi dan tinggal menyelesaikan laporan untuk diserahkan,” ujar Adhar.
Laporan-laporan ini, menurut Adhar, akan menjadi acuan dalam merancang peta jalan bagi Iqbal-Dinda dalam menjalankan pemerintahan di NTB selama lima tahun ke depan. Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah penyesuaian antara anggaran dan program OPD dengan visi dan misi pasangan tersebut.
Adhar juga mengungkapkan bahwa ada tiga misi besar yang menjadi prioritas Iqbal-Dinda, serta tujuh program unggulan dan 107 kegiatan strategis yang akan dijalankan. Fokus utama program ini dibagi dalam tiga klaster, yakni kemiskinan, ketahanan pangan dan agroindustri, serta pariwisata mendunia. (gil)

