Mataram (Inside Lombok) – Walikota Mataram, Mohan Roliskana meminta agar kasus penusukan yang diduga dilakukan oleh sekelompok gangster menjadi perhatian seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar para pelaku dicari hingga ketemu. Terlebih pada kasus yang terjadi akhir pekan lalu di seputar kawasan Udayana itu telah meresahkan masyarakat.
Ditegaskan Mohan persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat apalagi menjelang bulan Ramadan ini menjadi perhatian pemerintah. Aktivitas yang mengganggu kamtibmas ini harus ditangani dengan maksimal. “Dari awal sudah menjadi atensi kita,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Dikatakan Mohan, pemicu terjadinya peristiwa tersebut dari balap liar yang kerap terjadi di kawasan Udayana. Pemkot Mataram bersama aparat kepolisian sudah memantau aktivitas balap liar. “Mereka melakukan ini (balap liar, Red) jam 03.00, bahkan ada yang jam 04.00 pagi,” katanya.
Dengan melihat aktivitas anak muda ini, patroli dilakukan tidak lagi dibawah jam 12.00 malam melainkan dimaksimalkan di atas jam 12.00 malam. Patroli ini sebagai langkah antisipasi makin maraknya balap liar atau aktifitas yang bisa mengganggu kamtibmas di Kota Mataram. “Saya minta kasat Pol PP untuk koordinasi dengan jajaran kepolisian untuk memastikan itu,” ungkapnya.
Mohan meminta agar kelompok gangster yang melakukan penusukan harus ditemukan. Sehingga bisa diketahui motif melakukan tindakan kekerasan itu dan bisa memberikan efek jera. “Ini harus ditemukan agar ada efek jera. Ketegasan kita harus ditunjukkan untuk menyikapi persoalan ini. Jangan sampai dibiarkan ini,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, Seorang pria inisial IMB jadi korban luka akibat aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok gangster di sekitar kawasan Udayana, Mataram. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (16/2) dini hari, ketika korban yang sedang melintas di Jalan Adi Sucipto tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang yang menggunakan senjata tajam.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek di bagian pipi kanan. Atas peristiwa itu, pihak kepolisian telah menerima laporan dari saksi mata dan sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku yang terlibat dalam insiden kekerasan ini.
Setelah menerima laporan, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi yang dapat membantu penyelidikan lebih lanjut. Aparat kepolisian akan segera mengidentifikasi pelaku dan melakukan penangkapan jika ditemukan bukti yang cukup. (azm)

