24.5 C
Mataram
Rabu, 26 Februari 2025
BerandaLombok TimurKendalikan Inflasi Saat Ramadan, Pemkab Lotim Bagikan 273 Ribu Paket Sembako

Kendalikan Inflasi Saat Ramadan, Pemkab Lotim Bagikan 273 Ribu Paket Sembako

Lombok Timur (Inside Lombok) – Menjelang bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) membagikan 273 ribu paket sembako kepada masyarakat, guna mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok. Program ini dialokasikan dengan anggaran sebesar Rp 40 miliar dan ditujukan bagi kepala keluarga yang memenuhi kriteria penerima bantuan.

Wakil Bupati Lotim, Edwin Hadiwijaya menyampaikan pembagian paket sembako ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi menjelang, saat, dan setelah Ramadan. Kendati, bantuan ini tidak diberikan secara merata kepada seluruh warga, melainkan hanya kepada mereka yang tergolong dalam kelompok berpenghasilan rendah.

“Data penerima sudah tersedia di masing-masing desa, kami hanya perlu melakukan penyesuaian agar tepat sasaran. Bantuan ini khusus untuk masyarakat yang membutuhkan, tidak termasuk institusi seperti TNI dan Polri,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Juaini Taofik menambahkan bahwa program ini merupakan upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi di daerah. Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok kerap terjadi selama Ramadan hingga pasca-Lebaran, sehingga langkah preventif perlu dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Biasanya pemerintah menggelar operasi pasar untuk menekan harga. Namun, melalui program paket sembako ini, masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli bahan pokok, sehingga daya beli mereka tetap terjaga,” jelas Sekda.

Dalam pelaksanaan program ini, Pemkab Lotim akan bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna memastikan bantuan tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. “Kami ingin memastikan bahwa distribusi paket sembako berjalan sesuai dengan ketentuan dan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak. Oleh karena itu, kami akan menggandeng aparat penegak hukum sebagai pengawas dalam pelaksanaannya,” tegas Taofik.

Dengan adanya program ini, diharapkan lonjakan harga bahan pokok dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat menjalani bulan Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok. (den)

- Advertisement -

Berita Populer