Lombok Tengah (Inside Lombok) – Akibat dari kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, sejumlah program pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus di Dinas Perumahan dan Penataan Ruang (PUPR) di Lombok Tengah (Loteng) terpaksa harus ditunda tahun ini. Penundaan itu terutama untuk program pembangunan jalan dan saluran irigasi.
“Kalau DAK jalan dan DAK irigasi semua dipotong ya. Namanya kebijakan negara dan kewenangan negara kita mau bilang apa,” ujar Kepala Dinas PUPR Loteng, Lalu Rahadian, Selasa (25/2) di Praya.
Kendati pihaknya belum menentukan program pembangunan yang mana saja yang harus dibatalkan atau ditunda karena masih dalam proses inventarisasi. “Kita memang belum tau mana saja yang ditunda, karena masih dicarikan sama TAPD. Nanti kalau sudah ada informasi dari pak Sekda,” imbuhnya.
Termasuk beberapa ruas jalan yang rencananya bakal dikerjakan tahun ini juga terancam ditunda bahkan kemungkinan dibatalkan karena kebijakan efisiensi anggaran. Seperti ruas jalan Mertak Tombok yang sempat jadi keluhan warga. “Apakah itu ditunda atau dibiayai sebagian dulu atau seperti apa, belum tau kita sedang di bahas sama TAPD,” tandasnya. (fhr)