Mataram (Inside Lombok) – Menjelang Ramadan dan Lebaran 2025, Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB siap memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat yang diperkirakan akan mencapai angka yang signifikan. Mengingat biasanya banyak masyarakat membutuhkan uang tunai, baik itu pecahan kecil maupun besar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Berry Arifsyah Harahap mengatakan secara nasional BI telah menyiapkan uang sebesar Rp180 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat, yang diperkirakan mencapai 25 persen dari total kebutuhan uang dalam setahun.
“Ini memang jumlah yang besar, karena Lebaran bukan hanya soal belanja, tetapi juga kebiasaan berbagi yang kuat di masyarakat kita. Masyarakat Indonesia dikenal sangat dermawan, terutama di bulan Ramadhan dan saat Lebaran,” ujarnya.
Menurutnya, kebutuhan uang tunai pada saat Lebaran sangat penting untuk mendukung berbagai tradisi yang ada, seperti pemberian amplop lebaran, zakat fitrah, dan sumbangan lainnya. Meskipun ada pergeseran dalam cara masyarakat melakukan transaksi, dengan semakin banyaknya penggunaan teknologi seperti QRIS dan transfer digital, kebutuhan uang tunai tetap tinggi.
“Kami melihat adanya pergeseran dalam cara bertransaksi. Masyarakat kini sudah mulai menggunakan QRIS, transfer digital, bahkan e-wallet. Ini menjadi salah satu upaya untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi,” terangnya.
Lebih lanjut, meskipun saat lebaran ada lonjakan permintaan uang, Bank Indonesia berkomitmen untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Serta akan terus memastikan agar seluruh proses distribusi uang tunai berjalan dengan lancar. “Kami di Bank Indonesia selalu berusaha untuk melayani kebutuhan masyarakat dengan optimal. Baik melalui distribusi uang tunai yang cukup,” katanya.
Sementara itu, distribusi uang untuk Lebaran 2025 akan dilakukan serentak pada 3 Maret 2025 dan di NTB perkiraan pada 4 Maret. Saat ini BI NTB juga telah melakukan berbagai persiapan agar distribusi uang tunai bisa berjalan dengan lancar dan tepat waktu. Bahkan untuk wilayah NTB, BI juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat. (dpi)