Mataram (Inside Lombok) – Dinas Sosial Kota Mataram memaksimalkan keberadaan satgas untuk menangani anak jalan (anjal) dan gelandang pengemis (gepeng), terutama pada bulan Ramadan. Pasalnya, kerap kali keberadaan anjal dan gepeng ini beroperasi di jalanan dan pusat penjualan takjil yang ada di ibu kota NTB ini.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Samsul Adnan mengatakan lokasi yang menjadi pusat takjil di Kota Mataram seperti di Jalan Majapahit dan lainnya. Pihaknya memiliki sekitar 60 orang satgas yang akan patroli di sejumlah lokasi tersebut. “Selama Ramadan itu sama saja nanti banyaknya yang beroperasi. Badut-badut yang ada juga termasuk akan ditertibkan,” katanya, Kamis (27/2) siang.
Untuk pos pantau sendiri lanjut Samsul, hanya akan dipusatkan di Kantor Dinas Sosial. Sebanyak 60 orang satgas sosial nantinya akan bekerja sistem sif. “Teman-teman satgas akan berada di beberapa titik pantau. Nantinya pemantauan akan dilakukan selama tiga kali. Nanti mereka akan memantau di lokasi yang sudah kita tentukan,” ujarnya.
Pantauan media ini, salah seorang anak meminta-minta di Jalan Bung Karno tepatnya simpang empat Jalan Sriwijaya. Beberapa pengguna jalan memberikan uang kepada anak tersebut. Menurut Samsul, anjal dan gepeng akan didata apakah sudah masuk ke dalam program PKH dan bantuan sosial lainnya. Karena kalau tidak terdata maka akan didaftarkan menjadi salah satu penerima bantuan sosial.
“Kalau tidak dimana-mana (penerima bansos) kewajiban kami untuk mendaftarkan ke DTKS melalui kepala lingkungan dan juga lurah. Sedangkan anjal dan gepeng yang terjaring berasal dari luar daerah maka akan dikoordinasikan dengan pemkab terkait,” ujarnya.
Jika anjal dan gepeng berasal dari luar daerah, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas sosial terkait. Selain itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan Dinas Sosial Kota Mataram untuk pemantauan melalui CCTV ATCS. (azm)