Mataram (Inside Lombok) – Halaman Mataram Craft Center (MCC) yang ada di Sekarbela dimanfaatkan oleh 20 pedagang sebagai sentra UMKM. Lokasi tersebut setiap paginya digunakan untuk menjual berbagai produk makanan.
Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Mataram aktif memberikan pelatihan kepada masyarakat. Untuk memastikan hasil pelatihan tetap diaplikasikan, para pelaku usaha diberikan ruang untuk menjajakan jualannya seperti yang dilakukan di MCC.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kota Mataram, Ramdhani mengatakan selama ini pihaknya kerap ditanya terkait hasil pelatihan. Untuk menunjukan bahwa pelatihan yang dilakukan efektif untuk membuka peluang usaha baru, puluhan UMKM tersebut diberikan kesempatan. “Kami sering ditanya mana hasilnya dan mana orang-orangnya. Teman-teman ini kami tantang untuk membuktikan hasil pelatihannya,” katanya.
Para pedagang yang ada kegiatan ini dipastikan akan lebih tertata baik masalah kualitas makanan hingga kebersihannya. Penekanan ini disampaikan agar tidak seperti lapak-lapak lainnya yang menyisakan persoalan sampah. “Di sini mereka mereka buktikan hasil pelatihannya,” ujarnya.
Mataram food craft center (MFCC) ini sudah berjalan sekitar dua bulan yang lalu. Hingga saat ini, lapak-lapak yang ada sudah mulai banyak tertarik dan konsep yang digunakan cukup menarik.
Lapak-lapak tersebut bukan dari pagi hingga siang hari mulai Kamis hingga Sabtu. Sedangkan pada bulan Ramadan, akan buka pada sore hingga malam hari. “Kami sudah sosialisasikan kepada lapak-lapak yang ada untuk ikut konsep kami. Karena secara turun temurun sudah berjualan disana. kami akan ubah mindset agar bisa seperti ini,” katanya.
Jika berjalan lancar, halaman MCC akan ditata lebih indah dengan penambahan aksesoris seperti lampu. Bahkan Dinas Perindustrian Koperasi dan UMKM Kota Mataram akan menjadikannya pasar malam. “Ini akan berkelanjutan dan saya yakin ini karena para pedagang punya semangat,” ujar Dani.
Sementara ketua Pelaksana MFCC, Cucut Indriani Devi mengatakan kegiatan yang dilakukan dengan mengusung konsep go green. Artinya, selama pelaksanaannya mengurangi penggunaan plastik hingga memanfaatkan limbah. “Kita kurangi penggunaan plastik. Beberapa fasilitas yang digunakan bersumber dari limbah seperti kursi dari palet dan tempat sampah bekas keranjang buah,” katanya.
Untuk menarik minat masyarakat mengunjungi lapak di MFCC ini yaitu menu-menu yang disajikan. Dimana, menu tersebut dibuat dengan memadukan makanan internasional dan lokal. “Kita produknya pizza ayam Taliwang, risoles ayam Taliwang hingga kue kering ayam Taliwang. Karena ada dukungan kita mampu menjadi UMKM naik kelas,” ungkapnya.
MFCC ini buka setiap hari Kamis hingga Sabtu. Pemilihan hari agar bisa beda dengan yang lain dan hanya didapatkan pada hari tersebut. “Kalau bulan puasa akan buka selama 30 hari kedepan mulai sore hingga malam hari,” katanya. (azm)