Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menggelar gerakan pangan murah (GPM). Meskipun pemerintah baru-baru ini melakukan efisiensi anggaran, GPM tetap terlaksana karena tidak terdampak efisiensi, sebagai upaya Pemda KLU menekan lonjakan inflasi.
Kepala DKP3 KLU, Tresnahadi mengungkapkan pihaknya akan melaksanakan GPM ini sebanyak tiga tahap di wilayah KLU dengan sasaran ke lima kecamatan yang ada. Mulai dari Pemenang, Tanjung, Gangga, Kayangan, dan Bayan.
Nantinya tiga tahapan ini akan terbagi di beberapa hari besar keagamaan. Terutama pada bulan suci ramadhan tahun 2025. “Pertama di bulan puasa ini, kedua di Iduladha, ketiga di Natal. Jadi masing-masing tahap itu kami lakukan di lima kecamatan. Tahap pertama ini kami rencanakan minggu kedua di Maret 2025,” ujarnya, Senin (3/3).
Saat ini pelaksanaan GPM tengah dalam persiapkan, terutama selama Ramadan. Mengingat sejumlah harga bahan pokok (bapok) belakangan ini mengalami kenaikan, salah satunya seperti cabe rawit yang tembus hingga Rp180 ribu per kilogram. Hal tersebut juga menjadi langkah Pemda KLU melaksanakan GPM ini.
“Ini penting kita laksanakan, karena kegiatan GPM ini nantinya akan menjual kebutuhan kebutuhan pokok di bawah harga pasar. Yang terlibat di GPM itu harus menjual barang barangnya itu dibawah harga pasar,” ungkapnya.
Nantinya pada pelaksanaan GPM sejumlah komoditi yang disediakan yakni beras, cabai, minyak goreng, tepung, gula, telur dan lainnya. Di mana DKP3 KLU bersama dengan para mitra akan menyediakan sejumlah komoditi yang tengah mengalami kenaikan di pasaran. “Untuk yang beras nanti dari pihak ketiga kami yang menyiapkan, bukan beras SPHP, tapi beras lokal yang akan dijual dibawah harga pasar. Jadi solusi untuk menyiasati tidak adanya lagi beras SPHP,” ungkapnya
Penyedian beras lokal dengan harga terjangkau ini, pemerintah bermitra dengan para petani di sekitar KLU. Sedangkan untuk komoditi lainnya, seperti minyak goreng, Pemda KLU menggandeng Bulog dalam penyediaannya. “Dengan Bulog nanti mereka menyiapkan minyak, tepung, di luar Bulog kita bermitra dengan yang lain. Mitra kurang lebih sekitar 10 sama seperti tahun lalu,” demikian. (dpi)

