Mataram (Inside Lombok) – Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Lalu Gita Ariadi mengungkapkan Pemprov NTB akan menajamkan prioritas program kerja agar sejalan dengan visi-misi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri. Gita menegaskan meskipun efisiensi anggaran menjadi tantangan, pihaknya tetap akan mengutamakan program-program yang benar-benar menjadi kebutuhan utama masyarakat NTB.
“Kami akan kedepankan program-program yang menjadi prioritas bagi masyarakat. Ini adalah langkah untuk memastikan agar visi-misi Iqbal-Dinda dapat terlaksana dengan efektif,” ujar Gita di Kantor Gubernur NTB, Senin (3/3).
Seiring dengan instruksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Gita menyebutkan bahwa anggaran yang dipangkas akan diarahkan ke sejumlah program prioritas yang sangat dibutuhkan, seperti penguatan sumber daya manusia (SDM), pendidikan, kesehatan, pencegahan stunting, penyediaan makan bergizi gratis, dan lain-lain. Ia juga menambahkan bahwa 22 program unggulan yang telah digariskan oleh Iqbal-Dinda akan dimasukkan ke dalam agenda prioritas Pemprov NTB.
“Kami sudah merencanakan program-program yang akan segera difokuskan, dan 22 program unggulan Iqbal-Dinda akan menjadi bagian penting dari prioritas Pemprov NTB ke depan,” tambah Gita.
Selain itu, Gita mengungkapkan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sudah bekerja keras untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2025 yang mengatur efisiensi anggaran di seluruh daerah. Ia menyebutkan bahwa kegiatan seremonial dan perjalanan dinas di Pemprov NTB harus dikurangi untuk menghemat anggaran. “Semua sudah ada angkanya, dan kami akan terus mengefisienkan segala hal yang dianggap tidak perlu,” ujarnya.
Gita juga menjelaskan bahwa untuk mengefisiensikan anggaran, pihaknya telah menyusun tiga klaster yang akan menjadi fokus utama dalam perampingan anggaran. Meskipun demikian, Gita menyatakan bahwa keputusan final terkait pemangkasan anggaran akan tetap mengacu pada arahan dari Gubernur Iqbal.
“Untuk pemangkasan anggaran, kami akan terus berkoordinasi dengan Gubernur. Setiap keputusan mengenai pengurangan anggaran ini akan sangat bergantung pada arahan Gubernur,” jelasnya.
Ketika ditanyakan apakah anggaran untuk sektor infrastruktur akan terdampak, Gita menjawab bahwa pihaknya sudah mengumpulkan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas hal tersebut. Namun, untuk keputusan akhir terkait pemangkasan anggaran infrastruktur, Gita menyatakan bahwa evaluasi final dari Gubernur Iqbal masih akan menjadi dasar untuk menentukan besaran pemangkasan.
“Kami sudah bekerja sama dengan tim transisi Iqbal-Dinda untuk mendapatkan arahan yang jelas. Setelah itu, kami akan segera melaporkan hasil evaluasi dan keputusan final terkait pemangkasan anggaran,” imbuhnya.
Dengan langkah-langkah ini, Gita berharap Pemprov NTB dapat memaksimalkan penggunaan anggaran untuk program-program yang berdampak langsung pada masyarakat, sembari memastikan agar pelaksanaan visi dan misi Iqbal-Dinda tetap berjalan sesuai rencana. (gil)

